Hidayatullah.com–Presiden Dewan Kepausan Dialog Antar-agama (Pontifical Council for Interreligious Dialogue/PCID) Vatikan, Kardinal Jean-Louis Tauran, menekankan bahwa Vatikan tidak ikut campur dalam urusan internal negara-negara di Timur Tengah dan dunia Arab. Ia juga menekankan pentingnya dialog dengan umat Islam.
Kepada Al-Jazeera, ia mengatakan bahwa Paus Benediktus XVI sedang berusaha untuk mengadakan dua jenis dialog antar agama.
Pernyataan Kardinal ini selaras dengan juru bicara Vatikan Pastor Federico Lombardi, setelah keluarnya pernyataan dari Majma’ Buhuts Islamiah Al-Azhar untuk membekukan dialog dengan Vatikan dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.
Pernyataan Al-Azhar tersebut dikeluarkan mengingat banyaknya “serangan” berulang kali yang dikeluarkan Paus terhadap Islam.
Lombardi telah menanggapi keputusan Al-Azhar tersebut dengan mengatakan, “Dewan Kepausan bagian Dialog Antar Agama tengah bekerja mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk dapat memahami masalah ini dengan benar.”
Tauran juga mengungkapkan kepada Al-Jazeera bahwa dialog dengan umat Islam sangat penting dalam pemikiran dan kegiatan Dewan Kepausan bagian Dialog Antar Agama. Ia juga menjelaskan, di bagiannya tersebut juga terdapat komisi khusus yang mengurusi hubungan dengan umat Muslim.
“Dialog dengan agama-agama Timur atau tradisional seperti ini, belum pernah terjadi sebelumnya,” tutur Tauran.
Menurutnya, Arab Kristen memiliki tanah dan sejarah yang sama di negara Arab. “Kami membantu mereka untuk tetap tinggal di komunitas mereka, dan berbuat untuk kepentingan komunitas mereka,” tegas Tauran. *