Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

McDonald’s Amerika Digugat karena Mencuri Gaji Pekerja

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Maret 2014 10:32 10:32 am
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Maret 2014 10:32
Bagikan
Pekerja McDonald's di Amerika berunjuk rasa menuntut pembayaran gaji dan upah lembur yang dicurangi.
Bagikan

Hidayatullah.com—Para pekerja McDonald’s di tiga negara bagian Amerika serikat –New York, California dan Michigan– melayangkan gugatan hukum atas perusahaan tersebut dengan tuduhan “mencuri”gaji.

Para pekerja di New York mengatakan mereka tidak mendapatkan ganti biaya cuci pakaian seragam, yang menurut mereka menguras gaji yang diterimanya.

Perusahaan kuliner itu dalam pernyataannya mengatakan memperlakukan para pekerjanya secara adil dan sedang mengkaji tuduhan tersebut.

Total sudah tujuh gugatan class action yang diajukan para pekerja McDonald’s di tiga negara bagian tersebut.

Dalam 3 gugatan di California, pekerja mengklaim McDonald’s dan para pemilik waralabanya tidak membayar upah jam kerja mereka, tidak membayar lembur dan “mengakali catatan pembayaran gaji.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di Michigan, dalam gugatannya pekerja mengatakan bahwa perusahaan kerap memaksa pekerja untuk hadir di tempat, tetapi lalu disuruh menungga tanpa dihitung sebagai jam kerja, baru kemudian disuruh bekerja setelah pelanggan ramai. McDonald’s juga diklaim rutin melanggar batas upah minimum.

Dilansir BBC (13/3/2014), Michael Rubin pengacara dari firma hukum Altshuler Berzon LLP yang memasukkan gugatan di California mengatakan, “Kami menemukan beberapa skema pelanggaran hukum, tetapi semuanya memiliki tujuan sama yaitu menekan ongkos buruh dengan mencuri gaji pekerja McDonald’s.”

Gugatan hukum itu diajukan tidak lama sebelum Presiden Barack Obama akan mengumumkan peraturan yang lebih tegas soal pembayaran kerja lembur.

Sejak tahun lalu para pekerja rumah makan cepat saji di Amerika Serikat, termasuk McDonald’s, terus menuntut perbaikan kesejahteraan dan kenaikan upah gaji minimum. Mereka menggelar aksi mogok dan demonstrasi di banyak kota dan negara bagian.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Negara Yahudi Sudah Diakui PBB dan Arafat, Israel Tak Perlu Ngotot
Tulisan selanjutnya Pemuda Muhammadiyah Tabanan, Gelar Baitul Arqam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Madinah dan Istana Kepresidenan Yaman Jadi Target Serangan Houthi

Berita
31 Oktober 2026 09:40
Pejabat Pertahanan Aliansi Mekkah Dikabarkan Bakal Kunjungi Iran, Bahas Keamanan Regional
‘Israel’ Lancarkan Penggerebekan di Seluruh Tepi Barat, Usir 5.000 Warga Palestina
Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, UBN: Jangan Beri Panggung Pendukung Genosida
Yordania Gempur Sel Teroris di Suriah Menyusul Serangan atas Gereja di Karak

Terbaru

  • LPH Hidayatullah Sambangi BPJPH, Bahas Penguatan Regulasi, Kompetensi dan Integritas Auditor
  • Madinah dan Istana Kepresidenan Yaman Jadi Target Serangan Houthi
  • Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, UBN: Jangan Beri Panggung Pendukung Genosida
  • Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara
  • Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir
  • Koalisi Pimpinan Arab Saudi Umumkan Tembak Jatuh Drone Houthi di Mekkah
  • Pekerja Pelabuhan di 20 Negara akan Gelar Mogok Kerja Serentak untuk Palestina
  • Tak Sekedar Tontonan, Film Buya Hamka Vol 3 Jadi Tuntunan Antar Generasi
  • Memahami Wahyu dan Kenabian: Fondasi Keyakinan Islam di Tengah Tantangan Pemikiran Barat
  • LPPOM Sebut Penundaan Wajib Halal 2028 Realistis bagi UMK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?