Hidayatullah.com–Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa penyebaran dokumen rahasia negosiasi damai Palestina-Israel yang dilakukan oleh Al-JAzeera sejak Ahad lalu, tidak mempengaruhi upayanya untuk menghidupkan kembali proses perdamaian antara Palestina dengan Israel.
Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Hillary Clinton dari Meksiko. Ia mengatakan bahwa dokumen tersebut bukan hal yang mengejutkan untuk dibicarakan, mengingat negosiasi tersebut sudah berlangsung selama hampir dua puluh tahun lamanya.
Sementara itu, menurut juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Philip Crowley mengatakan bahwa penyebaran dokumen rahasia tersebut dapat mempersulit situasi di Timur Tengah.
Hari Ahad lalu, Al-Jazeera telah mempublikasikan dokumen rahasia negosiasi damai antara Palestina dengan Israel yang mengejutkan banyak pihak. Di antaranya, dokumen tersebut menyebutkan bahwa pihak Otoritas Palestina, di bawah kepemimpinan Mahmud Abbas secara diam-diam telah memberikan izin kepada Israel untuk menduduki sebagian besar wilayah al-Quds.
Di sisi lain, Ehud Olmert meyakinkan keaslian dokumen yang diterbitkan oleh Al-Jazeera tersebut. Hal ini membuktikan bahwa Otoritas Palestina merupakan “partner sejati” dalam politik bilateral kedua negara. *