Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Putra Qadhafi Bergabung dengan Rakyat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Februari 2011 08:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Saiful Arab Qadhafi, putra bungsu Muammar Qadhafi dikabarkan telah bergabung dengan rakyat. Putra presiden Libya ini semula diperintahkan ayahnya untuk menumpas para demonstran di kawasan timur Libya, namun akhirnya membangkang perintah sang ayah dan bergabung dengan rakyat.

Menurut situs televisi al Alam mengutip sumber-sumber pemberitaan hari Kamis (24/2) melaporkan, Saiful Arab Qadhafi anak terkecil Muammar Qadhafi,  dikirim ke wilayah timur Libya untuk menumpas para demonstran yang menuntut lengsernya Muammar Qadhafi akhirnya memilih bergabung dengan rakyat.

Saiful Arab Qadhafi yang diperintahkan ayahnya bersama pasukan militer lengkap ke kota Benghazi dengan tujuan menumpas para demonstran beberapa jam lalu akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan barisan revolusioner rakyat Libya dan menyatakan berlepas tangan dari ayahnya.

Saiful Arab Qadhafi mengatakan, “Nasib ayahku kalau tidak bunuh diri, ia bakal lari ke Amerika Latin.”

Banyak konspirasi

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara itu, kontributor hidayatullah.com di Tripoli, GD. Muhammad melaporkan, krisis yang menimpa Libya sejak dimulainya aksi-aksi demontrasi tanggal 16-17 Pebruari lalu nampaknya hanya memberikan berita sepihak.

“Hampir bisa dipastikan, berita-berita yang masuk ke kita masih bersumber dari berita asing dan media Barat. Masih minim ditemukan berita dari sumber media setempat atau laporan langsung,” ujarnya dari Tripoli.

Menurut Muhammad pemberitaan masalah Libya dinilai masih bias dan penuh dramatisasi berlebihan. Termasuk dilakukan media-media Arab sepertu Aljazeera dan alarabiya.

Menurut Muhammad, dua kota yang sekarang diberitakan jatuh ke tangan demonstran itu adalah kota yang selama ini ingin memisahkan diri dan bersenjata.

Saat ini Benghazi masih berada di bawah kendali demonstran oposan.Yang tak banyak diketahui orang, demonstran oposan di Benghazi sebagian bersenjata setelah banyak unsur tentara pemerintah di Benghazi yang membelot, gudang senjata dikuasai, bahkan termasuk tank-tank.

Benghazi adalah ibukota Libya sebelum Qadhafi berkuasa. Di kota itulah pusat pengikut raja Idris yang dulu dikudeta Qadhafi tahun 1969.  Sudah sejak lama sebagian penduduk Benghazi ingin memisahkan diri dari pemerintahan Qadhafi, sehingga ketika ada momen ‘tsunami’ demo di Timur Tengah,  dimanfaatkan oleh para oposan ini.

Menurut pantauan Muhammad,  jatuhnya korban dari sipil dan aparat keamanan adalah karena massa oposisi di Benghazi bersenjata, juga karena banyaknya sniper-sniper bermunculan.

“Entah bayaran pemerintah Libya, atau bayaran pemerintah Amerika,” ujar Muhammad.

Fakta ini didasarkan pada  pantauan beberapa hamasiswa Indonesia yang memiliki koresponden yang berasal dari warga Libya dari berbagai daerah dan distrik di Tripoli.

Namun umumnya, menurut Muhammad,  saat ini, kecuali Benghazi dan Baidha, kota Sirte, Sabha, Zawiyah, sudah dikuasai penuh pemerintah.

Pemerintah sudah menghimbau agar warga Libya kembali bekerja dan beraktivitas normal kembali.Termasuk internet dan jaringan telepon yang mulai berangsur-angsur normal.

Kemarin, Syeikh Lhamis Libya sempat mengecam fatwa Dr Yusuf Qaradhawi yang sebelumnya telah  menghalalkan “darah Qadhafi”. Menurut Lhamis, apa yang disampaikan Qaradhawi hanya didasarkan pada berita-berita bohong.

Sementara itu, beberapa pejabat utama dikabarkan makin banyak yang mundur. Hari Rabu kemarin, Youssef Sawani, ajudan senior Saiful Islam Qadhafi, salah satu putra Muammar Qadhafi, mengundurkan diri dari posisinya. Beberapa perwira militer juga dikabarkan telah bergabung dengan rakyat.

Sebagaimana diberitakan,  lebih 1.000 orang tewas  dibunuh pasukan dari Qadhafi. Sebanyak 130 tentara Libya telah menyatakan menolak menembaki demonstran *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamas: Fayyad Tidak Berwenang Bentuk Kabinet
Tulisan selanjutnya Pemuda Inggris Banyak yang Menganggur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?