Hidayatullah.com—Petugas penagihan utang di sebuah kota di Jerman menyita seekor anjing pesek dan melelangnya di eBay untuk membayar utang-utang pemiliknya –di antaranya utang pajak anjing– tetapi sekarang pemilik barunya juga menuntut ganti rugi.
Edda, seekor anjing berhidung pesek, laku dijual dengan nilai $850 di eBay, setelah otoritas kota Ahlen memajangnya untuk dilelang, dan seorang polisi wanita yang membelinya sekarang menuntut pemerintah kota Ahlen ganti rugi biaya perawatan medis anjing tersebut.
Polwan Michaela Jordan berencana menuntut pemerintah kota, karena anjing yang diiklankan berkondisi sehat itu ternyata memiliki masalah besar di bagian mata. Anjing itu sampai saat ini sudah menjalani empat operasi yang menelan biaya lebih dari $2.000, dan masih ada operasi kelima di masa depan.
Seorang pegawai pemerintah kota meyakinkan Jordan bahwa anjing betina itu sehat ketika polwan itu bertanya mengapa hewan tersebut dijual murah. Pegawai kota tersebut menjelaskan bahwa anjing itu dijual untuk membayar utang-utang pemiliknya, lapor koran Ahlener Tageblatt seperti dilansir RT Sabtu (2/3/2019).
Sementara jubir pemerintah kota Ahlen Frank Merschhaus awalnya memuji pelelangan anjing itu sebagai langkah pragmatis untuk melunasi utang-utang keluarga pemiliknya, tetapi proses penjualannya sekarang menjadi perhatian petugas penyelidikan internal. Pasalnya, pelelangan dliakukan dengan menggunakan akun eBay pribadi petugas yang terlibat, walaupun uangnya dikirim ke rekening milik bendahara kota Ahlen.
Menurut peraturan yang berlaku hewan peliharaan bernilai jual lebih dari 250 euro ($284) bisa disita untuk membayar utang pemiliknya.
Keluarga pemilik Edda terpaksa melepas anjing kesayangannya karena mereka belum membayar pajak tahunan hewan peliharaan sebesar $90 yang dipungut oleh pemerintah kota, setelah kepala keluarga itu mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan kerja.
Koran-koran lokal melaporkan bahwa petugas penagih utang awalnya akan menyita kursi roda pemilik Edda sebelum akhirnya memutuskan untuk mengambil anjing tersebut, yang merupakan teman pelipur lara istri pemilik anjing. Namun, kabar itu dibantah oleh Merschhaus yang mengatakan berita itu sebagai “rumor keji.”*