Hidayatullah.com—Ilmuwan tertua Australia David Goodall yang berusia 104 tahun telah tiba di Swiss menjelang rencananya untuk dengan sengaja mengakhiri hidupnya pekan ini.
Dilansir Associated Press Selasa (8/5/2018), tak lama setelah mendarat, Goodall mengungkapkan harapan bahwa kematiannya yang direncanakan itu akan mengirimkan pesan kepada para legislator di negara asalnya.
“Well, saya kira perjalanan saya ini akan memberikan kontribusi kepada perubahan legislasi (di Australia). Saya ingin melihat adanya perubahan sistem, tetapi saya ragu itu akan terjadi dalam kurun sepuluh tahun ke depan,” kata Goodall soal peraturan perundangan diperbolehkannya seseorang meminta dimatikan nyawanya karena alasan tertentu.
Dengan kalimat yang jelas, meskipun terdengar agak sedih dan lucu, Goodall mengutarakan kembali rasa frustasinya karena tidak lagi bisa hidup bebas seperti yang dulu pernah dirasakannya.
“Kehidupan saya akhir-akhir ini tidak terlalu menyenangkan, terutama, well, setelah ..saya dirawat di rumah sakit, dan merasa seakan saya berada di dalam penjara. Mereka memang memperbolehkan saya keluar, tetapi saya tidak dapat menggunakan transportasi umum, contohnya. Saya tidak merasa bahagia di sana,” kata Goodall, pakar botani yang dikenal selalu hidup mandiri meskipun usianya menembus angka 100.
Swiss termasuk salah satu negara di dunia yang paling permisif soal bunuh diri yang disengaja dengan bantuan orang lain.*