Hidayatullah.com–Presiden Amerika Serikat Barack Obama meyakini bahwa Kolonel Muammar Qadhafi pada akhirnya nanti akan turun dari kekuasaannya. Obama juga mengatakan, tidak menutup kemungkinan Amerika Serikat mempersenjatai para pemberontak yang tengah berusaha menggulingkan Qadhafi. Namun Obama menekankan bahwa negaranya tidak akan mengulangi kesalahan seperti yang terjadi dalam perang Irak.
Dalam sebuah wawancaranya dengan NBC, Obama mengklaim bahwa tujuan dari pasukan koalisi adalah untuk memberikan tekanan terhadap Qadhafi agar akhirnya mundur dari kekuasaannya.
Menurut Obama, tekanan militer dan sanksi internasional dapat melemahkan kekuatan Qadhafi secara signifikan. Namun ia menambahkan, hingga detik ini tidak ada tanda-tanda usaha dari pihak Qadhafi untuk menegosiasikan mengenai pengunduran dirinya.
Obama menegaskan, tidak menutup kemungkinan juga bagi Amerika untuk menyediakan peralatan militer bagi pihak oposisi di Libya. “Hal ini adalah sesuatu yang tidak saya pastikan, dan juga tidak saya kesampingkan,” ujarnya.
Selain itu, Obama telah menyetujui untuk memberikan bantuan kepada pemberontak barang-barang non-senjata, seperti peralatan komunikasi, obat-obatan, dan bantuan lainnya.
“Kami juga akan mempertimbangkan semua opsi yang mendukung rakyat Libya, sehingga kita bisa lebih leluasa bergerak menuju Libya dengan lebih damai dan stabil,” tambah Obama.
Lebih lanjut ia mengatakan, penggunaan kekuatan militer di Libya bukan berarti Washington akan menggunakan cara ini juga dalam kebijakan luar negeri Amerika pada konflik lainnya.
Obama juga membenarkan intervensi militer Barat di Libya, dan mengatakan bahwa hal tersebut adalah tugas Amerika Serikat untuk bertindak ketika ada kepentingan dan nilai-nilai yang terancam.*