Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jerman Akan Repatriasi Belasan Ribu Pengungsi Afghanistan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 November 2016 20:24 8:24 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 November 2016 20:24
Bagikan
Pawai menentang kelompok rasis anti-migran Pegida di Cologne, Jerman.
Bagikan

Hidayatullah.com—Sekitar 12.500 migran Afghanistan di Jerman akan direpatriasi meskipun perang sipil masih berkecamuk di negara asalnya.

Dilansir Deutsche Welle Kamis (17/11/2016), menurut laporan Neue Osnabrücker Zeitung, yang mengutip dokumen pemerintah, Kementerian Dalam Negeri memperkirakan bahwa 5 persen dari hampir 247.000 orang Afghanistan yang sudah sampai ke Jerman pada akhir September lalu kemungkinan akan harus pergi.

Pemerintah menjustifikasi kebijakan itu dengan mengatakan bahwa keamanan di kota-kota besar Afghanistan telah dijamin oleh pihak berwenang setempat. “Situasi keamanan yang memburuk di seluruh penjuru negeri itu tidak bisa dikonfirmasi,” tulis koran tersebut mengutip dokumen pemerintah.

Dokumen tersebut mengatakan Kantor Federal Urusan Migrasi dan Pengungsi (BAMF) akan menangani aplikasi suaka orang Afghanistan kasus per kasus, dengan mempertimbangkan resiko yang dihadapi oleh setiap pemohon.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebagian migran diperkirakan akan kembali ke negaranya atas kemauan sendiri, menurut dokumen itu, tetapi sisanya kemungkinan akan dipaksa.

Dokumen tersebut merupakan jawaban dari pemerintah atas sebuah pertanyaan yang diajukan Partai Kiri.

Repatriasi paksa orang-orang Afghanistan merupakan isu panas di Jerman, di mana banyak orang meragukan apakah Afghanistan benar-benar aman sehingga para pendatang itu layak direpatriasi.

Di awal bulan Oktober lalu, Uni Eropa dan Afghanistan menandatangani sebuah kesepakatan –yang banyak mendapat kritik– yang akan membuat mudah proses deportasi orang-orang yang permohonan suakanya ditolak .

Menurut koran tersebut, sepanjang tahun 2016 hanya 27 orang pendatang Afghanistan yang dideportasi karena permohonan suakanya ditolak, dan hanya 9 orang pada tahun 2015.

Rata-rata suaka orang Afghanistan yang diterima suakanya di Jerman pada tahun 2015 mencapai 77,6 persen dan turun pada 2016 menjadi 52,4 persen *

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bachtiar Nasir: Non-Muslim adalah Saudara Kami Sesama Warga Negara Indonesia
Tulisan selanjutnya Habib Rizieq: Aksi Bela Islam Peluang Emas Presiden Diskusi soal NKRI dengan Ulama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Berita
31 Agustus 2026 17:47
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Terbaru

  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?