Hidayatullah.com–Pemerintah Maroko mengatakan ledakan bom yang membunuh sedikitnya 14 orang, termasuk 10 orang asing, di daerah tujuan wisata merupakan “serangan teroris”. Hal itu disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Maroko Taib Cherkaoui .
Ledakan menghancurkan sebuah kafe terkenal yang berhadapan dengan Jamaa el-Fnaa, sebuah lapangan yang merupakan situs warisan budaya negeri Maroko.
“Menurut penyelidikan awal … menunjukkan bahwa ini merupakan aksi teroris yang disebabkan oleh alat peledak,” kata Cherlaoui sebagaimana dikutip kantor berita resmi Maroko MAP (29/4).
Ledakan terjadi saat penguasa Maroko Raja Muhammad menghadapi gelombang unjuk rasa rakyat, yang terinspirasi hal serupa di wilayah Arab.
Menurut Cherkaoui selain belasan orang meninggal dunia, ada 23 orang yang terluka dalam ledakan hari Kamis di kafe Argana itu.
Sementara menurut televisi pemerintah M2, korban tewas mencapai 15 orang, enam di antaranya warga Prancis, lima warga Maroko dan empat lainnya tidak disebutkan asal negaranya.*