Hidayatullah.com–Sekretaris Jenderal Liga Arab, Nabil al-Arabi mengatakan komite the Arab Peace Initiative (API) akan mengajukan permintaan keanggotaan penuh negara Palestina di Majelis Umum dan Dewan Keamanan PBB bulan September mendatang.
Pernyataan itu ditegaskan Nabil al-Arabi pada hari Kamis (14/7/2011) setelah Liga Arab melakukan pertemuan di Qatar. Demikian dilaporkan Kantor Berita AFP.
Pernyataan Liga Arab itu tentunya membesarkan hati bangsa Palestina yang meminta PBB untuk mengakui negara Palestina pada bulan September.
Sebelumnya, Liga Arab menjelang peringatan Hari Nakbah (Prahara Palestina), 63 tahun pendudukan Palestina, menegaskan pembentukan negara Palestina dengan ibukota al-Quds. Liga Arab dalam pernyataannya meminta masyarakat internasional mengakui negara Palestina sebagai langkah awal pembentukan negara merdeka Palestina.
Sementara itu, Amerika dan Israel masih terus bergerilya untuk menghapus hak-hak bangsa Palestina, termasuk hak untuk membentuk negara merdeka Palestina. Tapi upaya ini mendapat perlawanan dan penentangan keras dari bangsa Palestina dan masyarakat internasional. AS juga merancang konsep kemerdekaan Palestina dengan bentuk yang sangat menguntungkan Zionis dan merugikan bangsa Palestina.
Dalam draf yang disusun Amerika terkait pembentukan negara Palestina telah dijelaskan bahwa Israel akan mengontrol zona udara negara Palestina.
Dalam draf itu juga telah disebutkan bahwa negara Palestina tidak berhak memiliki angkatan bersenjata, bahkan tidak boleh memiliki senjata.
Berdasarkan draf yang diusulkan Amerika, negara Palestina tidak berhak untuk berkoalisi dengan satu negarapun di Timur Tengah. Selain itu, kebijakan luar negeri Palestina juga harus di bawah kontrol Amerika dan Zionis Israel.*