Hidayatullah.com–Seiring dengan berhasil ditembusnya ibukota Tripoli oleh kelompok pemberontak Libya sejak akhir pekan lalu, tempat kediaman keluarga Qadhafi menjadi ajang penjarahan umum.
Putra Qadhafi yang bernama Al Saadi diketahui memiliki mobil-mobil mahal dan kapal pesiar . Rumah penggemar sepakbola yang menhadap ke laut itu dipenuhi dengan mainan-mainan mahal. Sedangkan saudara perempuannya Aisha, yang tinggal di rumah besar berlantai dua, memiliki kolam renang di dalam ruangan dan fasilitas spa di rumah tersebut.
“Saya tdak percaya apa yang saya lihat,” kata Muftah Shabri, warga utara Tripoli saat berkeliling di rumah AIsha.
Saat Muammar Qadhafi berkuasa, anak-anaknya dilaporkan terlibat sejumlah skandal. Misalnya Hannibal, yang ditangkap di Swiss tahun 2008 karena melakukan pelayan sebuah hotel di Jenewa secara buruk. Sedangkan Mutassim dikabarkan membayar USD 1 juta untuk mendatangkan penyanyi Amerika ternama Beyonce ke pesta pribadinya.
Menurut bocoran dokumen Kedutaan AS di Tripoli dari WikiLeaks, Al Saadi pernah terlibat masalah dengan polisi Eropa, kasus narkoba dan pesta gila-gilaan.
Pada hari Senin setelah pemberontak masuk Tripoli, setidaknya 200 orang menyerbu rumah Al Saadi di Mediterania, kata Seifallah Gneidi.
Pemuda 23 tahun yang ikut menjarah rumah Al Saadi itu mengaku mengambil satu botol besar gin (sejenis minuman beralkohol), sebuah sikat gigi dengan gagang yang disepuh, dan celana jeans merek Diesel.
“Kami ingin memiliki barang-barangnya,” kata Gneidi sambil memikul senapan Kalasnikov di bahunya.
Kata Gneidi pemberontak melarang menjarah properti pribadi dan hanya boleh mengambil barang-barang yang menjadi simbol penyalahgunaan kekuasaan oleh keluarga Qadhafi.
Masih menurut pemuda itu, Al Saadi memiliki empat mobil mewah, sebuah BMW, Audi, Lamborghini putih dan Toyota. Semuanya diambil saat penjarahan. Gneidi mengaku tidak tahu bagaimana nasib mobil-mobil itu akhirnya.
Sementara itu para wartawan yang meliput melihat banyak katalog mobil dan kapal persiar yang menumpuk di sebuah ruangan kantor di vila Al Saadi.
Kartu nama milik Al Saadi yang menunjukkan sebagai partner dan eksekutif perusahaan bernama Natural Selection bertaburan di lantai. Perusahaan itu menggunakan sebuah alamat di Sunset Boulevard Los Angeles. Rupanya para penjarah tidak mengangkut sebuah kursi sutradara yang bertuliskan di belakangnya “Produser Eksekutif Al Saadi Qadhafi” yang ada di ruangan itu.
Di dalam komplek rumah mewah itu juga terdapat lapangan sepakbola. Al Saadi yang dikenal sebagai pemain sepakbola yang buruk pernah ikut dalam tim kesebelasan Libya Al Ahly. Ia juga menjadi ketua perstuan sepakbola nasional Libya.
Jika Al Saadi dikenal sebagai pembuat masalah, maka Aisha terkesan seperti warga masyarakat pada umumnya.
Namun tetangganya sempat dibuat kesal beberapa tahun silam. Sebuah klinik kesehatan terpaksa diratakan dengan tanah, saat wanita berusia 35 tahun itu membutuhkan ruangan tambahan di rumahnya.
“Seharusnya tidak seperti ini. Tempat ini seharusnya untuk melayani masyarakat, bukan melayani seseorang,” kata Sharif Ben Sulaimanm seorang profesor berusia 56 tahun saat melihat-lihat rumah Aisha.
Gelas kristal Bohemia dan sebuah jaket kulit anak-anak merek Dolce & Gabbana warna coklat dibiarkan tergeletak,. Para penjarah seperti tidak berminat dengan barang-barang mewah itu.
Ketika ditanya tentang bagaimana perasaan para tetangga terhadap kehadiran putri Qadhafi di lingkungan mereka, Ben Sulaiman menyuruh wartawan melihat jendela rumah yang ada di lantai rumah. Jendela dari rumah yang telah dijarah itu ditutup rapat-rapat.*
Keterangan foto: Keadaan di dalam rumah aisha Qadhafi yang telah dijarah warga Libya.