Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Qadhafi Lemah, Perusahaan Asing Mulai Sibuk

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 30 Agustus 2011 11:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Di saat Libya dalam kondisi kaca balau,  perusahaan energi Italia Eni, yang merupakan produsen minyak asing terbesar di Libya, telah menandatangani sebuah pakta dengan pimpinan pemberontak untuk memulai kembali produksi.

Eni menandatangani persetujuan itu Senin di Benghazi dengan Dewan Transisi Nasional. Dewan itu merupakan badan pengatur untuk kelompok pemberontak yang telah menguasai Libya meskipun masih belum berhasil menemukan diktator Libya, Moammar Qadhafi.

Eni memperkecil operasinya di Libya selama pemberontakan enam bulan, dan menurunkan produksinya dari 280 ribu barel menjadi 50 ribu barel minyak mentah per hari.

Eni dan pemimpin pemberontak mengatakan mereka akan memulihkan operasi perusahaan itu secara cepat. Tetapi CEO Eni, Paolo Scaroni mengatakan minggu lalu bahwa ini butuh 18 bulan sampai operasi pulih sepenuhnya. Kerusakan luas terjadi pada lapangan minyak perusahaan itu.

Eni merupakan satu dari beberapa perusahaan minyak global yang berusaha memulai kembali produksi mereka di Libya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelum pemberontakan, Libya memproduksi 1,8 juta barel per hari, sekitar 2 persen dari produksi minyak dunia. Tetapi ketika terjadi pemberontakan, produksi minya menurun menjadi hanya 60 ribu barel per hari.

Rebutan Asing

Sebelumnya, pemberontakan di Libya, Inggris siudah mengumumkan akan mengambil alih kontrol perdagangan minyak di Libya. Keputusan ini dilakukan menyusul keberhasilan pemberontak Libya yang telah berhasil menguasai dua tempat utama produksi minyak Libya.

Pemberontak bahkan telah mengatakan, akan mulai mengekspor minyak. Para pemberontak berharap bisa menghasilkan antara 100.000 dan 130.000 barel per hari dan akhirnya bisa meningkat menjadi 300.000 barel per hari.

Menteri Pertahanan Inggris Liam Fox bulan Maret sempat mengatakan kepada media Inggris BBC bahwa dia terutama ingin menjamin keamanan di pelabuhan. Dia percaya hal ini akan memulihkan keseimbangan dalam perdagangan minyak Libya.
 
Sebagaimana diketahui, pantai di Ras Lanouf dan Brega bertanggung jawab atas produksi ekspor minyak Libya  dan hampir sudah menghentikan kegiatan produksinya semenjak pemberontakan mulai muncul 15 Februari lalu.

Laporan Statistik Energi British Petroleum (BP) pada 2009 menyebut, Libya sebagai eksportir terbesar ke-12 di dunia dengan sumber cadangan minyak terbesar di Afrika.
Beberapa perusahaan minyak besar dunia beroperasi di sana, seperti Repsol (Spanyol), BP (Inggris), Shell (Belanda), Gazprom (Rusia), Statoil (Norwegia), dan Medco (Indonesia).

Sulit diterima dengan akal bila intervensi Barat ke Libya ini tidak terkait dengan usaha ‘penjarahan’ minyak Libya.*

Foto: PNN Libya Oil

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Keluarga Qadhafi Lari ke Aljazair
Tulisan selanjutnya Idul Fitri Tak Masuk Hari Libur Nasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?