Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Krisis, Warga AS Cari Kerja ke Kanada

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 8 September 2011 22:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Biasanya kita mendengar orang pergi mengungsi mencari penghidupan ke Amerika Serikat, bukan sebaliknya. Tapi kini, karena negara adidaya itu sedang krisis parah, warganya pun berbondong-bondong ke Kanada mencari pekerjaan.

Menurut keterangan pejabat Kanada, jumlah orang Amerika yang mengajukan visa kerja sementara naik dua kali lipat antara tahun 2008 dan 2010.

Para pengacara imigrasi di Toronto dan kota perbatasan Windsor — yang berseberangan dengan Detroit — mengatakan, mereka mendapatkan jumlah klien yang meningkat. Orang-orang itu adalah para pencari kerja. Bahkan ada yang berusaha mendapatkan izin tinggal permanen.

Angka imigran Amerika di Kanada tergolong kecil dibandingkan angka imigran global. Meskipun demikian, dengan jumlah imigran 30.000, Amerika menempati urutan kedua pekerja migran terbanyak di Kanada, setelah Filipina.

Di tengah krisis ekonomi dan keuangan yang melanda dunia, Kanada tergolong negara yang tidak terlalu parah terkena dampaknya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya mencari lingkungan masyarakat yang sepi, tenang dan beradab untuk memulai fase kehidupan saya selanjutnya,” kata Michael, seorang profesional kerah putih asal Michigan yang kini sedang tidak punya pekerjaan.

Banyak di antara para calon migran AS itu yang enggan menyebutkan nama lengkapnya saat ditanyai wartawan. Mereka khawatir, kalau-kalau mendapat respon yang kurang baik saat melamar pekerjaan nantinya.

Meskipun mengaku punya jiwa patriotik dan konservatif, Michael mengatakan bahwa dirinya kehilangan kepercayaan terhadap kepeminpinan di Amerika Serikat.

“Saya mencari sebuah negara yang peran utama pemerintahnya adalah melindungi warganya,” kata Michael.

“Saya melihat, sepertinya ketiga partai besar [di Kanada] telah membuktikan bahwa mereka lebih bertanggungjawab dibandingkan kepemimpinan kita,” kata Michael.

Kanada, dengan tingkat pengangguran 7 persen pada bulan Juli, tentu lebih menarik minat para pekerja AS yang harus menghadapi tingkat pengangguran 9,1 persen di negaranya.

Selain menarik minat para imigran pencari kerja, Kanada ternyata juga menarik perhatian para calon mahasiswa.

Meskipun biaya kuliah di perguruan tinggi ternama bagi orang asing lebih mahal 3-4 kali dibanding yang dibayarkan warga Kanada, namun biaya sekolah di sana masih lebih murah dibandingkan di Amerika Serikat.

Bagi John Cameron, awalnya memang agak berat harus kuliah di Universitas Toronto, pilihan ayahnya. Sebab ia mengincar kampus Loyola, Universitas Maryland, Columbia dan Fordham. Tapi apa mau dikata, ibunya yang punya jabatan senior di sebuah bank di Maine, pada tahun 2009 bertepatan saat ia harus masuk universitas, malah kehilangan pekerjaannya.

Setelah beberapa waktu, Cameron ternyata sangat menyukai kuliah di Kanada.

“Saya sungguh sangat menyukainya,” kata Cameron. “(Sekolah) itu mengalahkan salah satu sekolah terbaik di Amerika Utara.”

Seorang wanita Amerika yang tidak mau mengungkapkan identitasnya mengatakan bahwa dirinya sangat terkejut dengan kecepatan dan efisiensi pelayanan jaminan kesehatan di Ontario. Padahal di Amerika Serikat, seluruh negeri masih terus meributkan kebijakan jaminan kesehatan pemerintah.

Orang Kanada yang merasa Amerika Serikat telah menjadi rumah keduanya selama puluhan tahun, bahkan memilih untuk kembali pulang ke kampung halaman.

Al Brickman belum lama ini keluar dari pekerjaannya selama 30 tahun di sebuah perusahaan konstruksi milik Kanada di Atlanta, Georgia.

“Saya berusaha untuk bertahan selama kira-kira dua tahun,” katanya. Tapi tagihannya yang dulu bisa dikumpulkan dari pelanggan sekitar USD 100.000, selama beberapa bulan turun drastis sebanyak 95%.

Di Kanada, Al Brickman sudah punya pekerjaan baru sebagai general manager. Istrinya yang orang Amerika dan bayi mereka yang baru berusia 11 bulan, akan segera diboyong.

Lucunya, sejak ia kembali ke Kanada, teman-temannya yang berada di Amerika terus menghubungi Brickman. Mereka minta dicarikan pekerjaan.

Sementara itu Shawn Shepard, seorang penyelia software legal yang menjadi salah satu dari ratusan korban PHK di sebuah firma hukum di Manhattan pada tahun 2008, sedang berharap-harap agar calon majikannya di Kanada akan segera memanggilnya untuk bekerja.

Sepertinya Amerika Serikat, negara yang menyebut dirinya adidaya, kini sudah tidak mampu memberikan “American Dream” bahkan kepada warga negaranya sendiri.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasukan Israel Hancurkan 3 Sumur Palestina
Tulisan selanjutnya Di China, Menolong Justru Ketiban Sial

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

Hubungan Agama dan Sains

Artikel
6 Juli 2026 15:36
BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
PUI Dukung Perpres 111/2025 Soal LGBT, Ketahanan Keluarga Penting bagi Pertahanan Nasional
Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang

Terbaru

  • Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
  • Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
  • Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
  • Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
  • Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times
  • Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
  • Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran
  • Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang
  • Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
  • PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?