Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ribuan Orang Iringi Pemakaman Burhanuddin Rabbani

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 23 September 2011 19:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pasukan keamanan dikerahkan untuk mengamankan prosesi pemakaman mantan Presiden Afghanistan, Burhanuddin Rabbani, yang dihadiri ribuan warga Kabul. Burhanuddin Rabbani tewas dalam serangan bom bunuh diri di kediamannya di Kabul, Selasa (20/09) lalu.

Zona diplomatik Kabul dijaga ketat untuk menghindari kemungkinan serangan kelompok militan yang akan mengacaukan jalannya pemakaman. Semua jenis kendaraan bermotor dilarang melintas zona diplomatik. Selain itu, semua pelayat yang hadir menjalani pemeriksaan ketat. Bahkan demi alasan keamanan daftar tamu penting terutama pejabat asing yang datang melayat sangat dirahasiakan.

“Saya tak bisa mengatakan apakah ada pejabat internasional yang hadir demi keamanan mereka,” kata anggota Dewan Tinggi Perdamaian, Mohammad Ismail Qamsiyar seperti dikutip AFP.

Ribuan pelayat berdatangan ke ibukota Kabul untuk menghadiri upacara pemakaman kenegaraan untuk Rabbani di Istana Presiden Afghanistan.

Anggota militer lengkap dengan topi dan sarung tangan putih menjadi pembawa peti jenazah Rabbani yang dibalut bendera nasional Afghanistan. Peti jenazah diletakkan di sebuah mimbar di luar istana kepresidenan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Puncak dari sebuah bukit di dekat ibukota Kabul menjadi tempat peristirahatan terakhir mantan presiden Afghanistan yang dibunuh pelaku bom bunuh diri itu.

Presiden Hamid Karzai hadir di antara para pelayat di istana negara untuk memberikan penghormatan terakhir.

Anggota militer lengkap dengan topi dan sarung tangan putih menjadi pembawa peti jenazah Rabbani yang dibalut bendera nasional Afghanistan. Peti jenazah kemudian diletakkan di sebuah mimbar di luar istana kepresidenan.

Selanjutnya para pejabat negara secara bergantian datang ke mimbar dan membungkukkan badan tanda penghormatan.

Dilahirkan pada tahun 1940 di Faisabad, Afghanistan utara, Burhanuddin Rabbani adalah salah seorang mujahidin Afghanistan, yang ikut memerangi pasukan Soviet yang menjajah negar a itu di tahun 1980-an.

Tahun 1992 hingga 1996 dan tahun 2001, Burhanuddin Rabbani menjabat sebagai presiden Afghanistan.

Ia menjadi anggota senior Aliansi Utara Anti-Taliban dari tahun 1996 hingga 2001.

Presiden Hamid Karzai kemudian mengangkat pria, yang menjadi profesor hukum dan teologi Islam di Universitas Kabul dalam usia 23 tahun itu, menjadi pimpinan Dewan Tinggi Perdamian dengan tugas melakukan negosiasi dengan kelompok Taliban.

Pada hari Selasa (20/9) malam, seorang pria yang mengaku sebagai utusan dari Taliban menemuinya dan meledakkan bom yang disembunyikan di dalam turbannya. Bekas pejuang dan presiden Afghanistan itu pun meninggal seketika.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amnesty: Denda Burqa Langgar HAM
Tulisan selanjutnya Mufti Saudi: Perayaan Hari Nasional untuk Bersyukur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?