Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ada Sejumlah Bayi di Antara 44 Migran yang Tewas di Gurun Niger

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Juni 2017 20:17 8:17 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Juni 2017 20:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Beberapa bayi dan wanita ditemukan di antara 44 migran yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa setelah kendaraan yang mereka tumpangi mogok di tengah gurun di utara Niger dalam perjalanan menuju Libya. Demikian dikatakan pejabat setempat hari Kamis (1/6/2017).

Lawal Taher, pimpinan Palang Merah untuk kawasan Bilma, mengatakan bahwa enam orang yang selamat berjalan kaki menuju sebuah desa terpencil. Mereka mengatakan orang-orang yang meninggal dalam perjalanan mati karena kehausan. Mereka kebanyakan berasal dari Ghana dan Nigeria.

Palang Merah setempat mengatakan telah mengerahkan satu tim untuk mengumpulkan informasi perihal kondisi yang ada.

Rhissa Feltou, wali kota Agadez, sebuah kota terpencil di tepian Gurun Sahara yang telah menjadi ibukota penyelundupan di Afrika, mengkonfirmasi “untuk saat ini” korban meninggal mencapai 44 orang, lapor Aljazeera.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perjalanan dari Niger menuju Libya meilintasi gurun pasir adalah jalur utama yang harus ditempuh oleh orang-orang Afrika yang ingin pergi ke Benua Eropa.

Salah satu tempat paling mematikan dari rute itu adalah Gurun Sahara. Setiap pekan ribuan orang antri untuk diangkut dengan menggunakan mobil bak terbuka guna menempuh perjalanan selama beberapa hari. Seringkali mereka hanya berbekal air beberapa liter saja.

Pihak berwenang dan organisasi-organisasi kemanusiaan mengatakan bahwa sementara mereka bisa mendata ribuan migran yang mati tenggelam di Laut Tengah (Mediterania) antara Afrika dan Eropa, nyaris mustahil bagi mereka untuk mengetahui berapa banyak orang yang menemui ajalnya saat berada di kawasan Gurun Sahara yang luas dan tidak ada petugas keamanan itu.

Awal bulan Mei lalu, delapan migran asal Niger, lima di antaranya anak-anak, ditemukan tak bernyawa di gurun pasir dalam perjalanan menuju Aljazair.

Dalam kasus lain, tentara dan dan petugas patroli di bagian utara Niger menyelamatkan sekitar 40 migran dari berbagai negara di barat Afrika yang terlunta-lunta di gurun, karena diterlantarkan begitu saja oleh komplotan penyelundup manusia yang berjanji membawa mereka ke Libya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemuda Muhammadiyah Berharap Kasus ‘Kriminalisasi’ Jurnalis Tak Terulang
Tulisan selanjutnya Penetapan Tersangka atas HRS Dinilai Tidak Layak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?