Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ekuador Cabut Kewarganegaraan Julian Assange

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Juli 2021 13:19 1:19 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Juli 2021 13:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ekuador telah mencabut kewarganegaraan Julian Assange, pendiri WikiLeaks yang saat ini mendekam di penjara Inggris.

Sistem peradilan Ekuador secara resmi memberitahu pria Australia itu perihal ketidaksahan proses naturalisasinya dalam sebuah surat yang dikeluarkan sebagai tanggapan atas klaim yang diajukan oleh Kementerian Luar Negeri negara Amerika Selatan itu, lapor Associated Press Rabu (28/7/2021).

Naturalisasi akan dipertimbangkan kembali ketika ada indikasi seperti penyembunyian fakta yang relevan, dokumen palsu atau penipuan. Pihak berwenang Ekuador mengatakan surat permohonan naturalisasi Assange memiliki banyak inkonsistensi, tanda tangan yang berbeda, kemungkinan perubahan dokumen dan biaya yang belum dibayar, serta masalah lainnya.

Carlos Poveda, pengacara Assange, mengatakan keputusan itu dibuat tanpa proses hukum dan Assange tidak diizinkan untuk hadir dalam persidangan kasus tersebut.

Poveda mengatakan dia akan mengajukan banding untuk meminta amplifikasi dan klarifikasi atas keputusan tersebut. “Bukan sekedar pentingnya kewarganegaraan, ini adalah masalah menghormati hak dan mengikuti proses yang berlaku dalam penarikan kewarganegaraan.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Assange menerima kewarganegaraan Ekuador pada Januari 2018 di masa pemerintahan Presiden Lenín Moreno, ketika masih dilindungi dan belum didepak dari Kedutaan Ekuador di London.

Hari Senin (26/7/2021), pengadilan pelanggaran administrasi di Pinchincha mencabut keputusan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Ekuador mengatakan pengadilan telah “bertindak secara independen dan mengikuti proses hukum dalam kasus yang terjadi selama pemerintahan sebelumnya dan yang diajukan oleh pemerintah yang sama.”

Assange, 50, dikurung di penjara berpengamanan super ketat Belmarsh di London sejak ditangkap pada April 2019 karena melanggar status penangguhan bersyarat selama mengurus masalah hukum lain.

Untuk menghindari upaya ekstradisi ke Swedia dalam tuduhan pemerkosaan – dan karena khawatir kemudian akan diekstradisi ke AS – Assange mencari perlindungan ke Kedubes Ekuador di London pada tahun 2012. Dia “terjebak” di kompleks Kedutaan Ekuador itu selama tujuh tahun.

Setelah Swedia membatalkan kasusnya pada November 2019 dengan alasan kadaluarsa, pihak Ekuador mendepak Assange dari kedutaannya dengan alasan dia melanggar persyaratan perlindungan yang diberikan kepadanya. Akibatnya, aparat Inggris bebas meringkusnya dan menjebloskannya ke dalam sel.

Assange diburu aparat Amerika Serikat, di mana kejaksaan menuntunnya dengan 17 dakwaan spionase dan satu dakwaan penyalahgunaan komputer berkaitan dengan pembocoran ribuan dokumen rahasia milik pemerintah AS lewat WikiLeaks. Dakwaan-dakwaan itu dapat mengirim Assange ke penjara selama 175 tahun, jika dinyatakan bersalah.

Pada bulan Januari, seorang hakim pengadilan rendah di Inggris menolak permintaan Amerika untuk mengirim Assange ke AS guna diadili dalam kasus WikiLeaks tersebut.

Akan tetapi awal bulan ini, pengadilan tinggi Inggris memberikan izin kepada pemerintah AS untuk mengajukan banding.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatEkuadoringgrisJulian Assange
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya CEO Philip Morris: Penjualan Rokok Konvensional di Inggris Berakhir dalam 10 Tahun
Tulisan selanjutnya pembatalan haji Arab Saudi Buka Pelaksanaan Ibadah Umrah 1443 H, Kemenag Segera Bahas Vaksin Booster hingga PCR untuk Calon Jamaah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?