Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Wanita Demonstran Yaman Dapat Nobel

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 7 Oktober 2011 23:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2011 ini diberikan kepada tiga orang perempuan, satu dari Yaman dan dua dari Liberia.

Panitia Nobel memutuskan untuk memberi hadiah perdamaian kepada para tokoh wanita, karena dianggap berhasil melakukan perjuangan tanpa kekerasan.

Tawakkul Karman dianggap berhasil menggerakkan wanita Yaman dan banyak orang lainnya untuk turun ke jalan memperjuangkan demokrasi di negaranya, dengan ikut serta dalam aksi massa menuntut diakhirinya kekuasaan otoriter Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh

Karman adalah Ketua Jurnalis Wanita Tanpa Rantai. Wanita berusia 32 tahun dan ibu tiga anak itu sering terlihat hadir di lokasi demonstrasi mingguan di Universitas Sana’a. Organisasi yang dipimpinnya memperjuangkan hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi, termasuk kebebasan berdemonstrasi.

Karman yang pernah ditahan beberapa kali, berjuang membebaskan para pemuda Yaman yang dijebloskan ke dalam kurungan, karena melakukan unjuk rasa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami menderita di bawah penguasa yang berusaha mengontrol negara dengan mengamandemen konstitusi, yang akan mengubah Yaman menjadi sebuah kerajaan,” katanya dalam sebuah wawancara dengan Time, yang dipublikasikan pada Rabu (16/02/2011).

Seperti halnya Tunisa dan Mesir, tambahnya, Yaman harus mengakhiri penguasa diktator yang menyamar sebagai presiden.

Ali Abdullah Saleh memang telah berkuasa cukup lama. Ia menjadi presiden Yaman sejak tahun 1978, atau satu tahun lebih lama dibanding Husmi Mubarak. Dan hingga kini belum berhasil disingkirkan oleh rakyat.

Karman telah melakukan unjuk rasa setiap hari selasa sejak  tahun 2007. Melihat keberhasilan rakyat Tunisa dan Mesir menggulingkan penguasa mereka, menambah keyakinan dan semangat wanita berkerudung itu untuk terus berunjuk rasa.

Dalam menjalankan aksi demonstrasinya, Karman belajar banyak dari sejawatnya di Tunisia dan Mesir, yang memanfaatkan teknologi komunikasi untuk mengorganisir massa. Demonstran Yaman memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Twitter untuk memanggil sebanyak mungkin massa turun ke jalan.

“Jika kami berhasil di sini, dan saya yakin kami akan berhasil, gerakan revolusi di setiap negara Arab akan semakin kuat,” kata Karman.

Dua wanita Liberia yang berbagi hadiah uang dari Nobel sebesar USD1,5 juta (sekitar Rp15 milyar) dengan Karman adalah Ellen Johnson Sirleaf — presiden Liberia yang juga presiden wanita pertama di Benua Afrika — dan pegiat perempuan Leymah Gbowee.

“Hadiah Nobel ini mengakui upaya kami .. kami dapat melebarka sayap kami di seluruh dunia karena kami sekarang memiliki bintang,” kata Gbowee kepada AFP, sebagaimana dikutip BBC (07/10/2011).*

Keterangan foto: Tawakkul Karman.[Reuters]

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrateyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslim Sulit Masuk Al Aqsa karena Hari Raya Yahudi
Tulisan selanjutnya Disiplin Waktu Tidur Baik untuk Anak-Anak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council

Berita
26 September 2026 17:14
Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi

Terbaru

  • Temuan BRIN, Bahaya Vape: 100% Berdampak Diabetes, 92% pada Paru-Paru
  • Masjidil Aqsha Terus Diserbu Pemukim, Ulama Palestina Serukan ‘Jumat Kemarahan’
  • Menteri Ekstremis ‘Israel’ Pimpin Gerombolan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Ibrahimi
  • MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat
  • LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet
  • Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid
  • Bertemu tim ‘Israel’, Pemain Catur Terbaik Australia Pilih Boikot
  • Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi
  • Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China
  • Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?