Hidayatullah.com—Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Ekmeleddin Ehsanoglu, mengkonfirmasikan penentangan OKI terhadap segala upaya intervensi asing di Suriah.
Televisi al Alam melaporkan, Ehsanoglu Rabu malam (30/11/2011) di akhir sidang menteri luar negeri negara-negara anggota OKI mengatakan bahwa lembaga ini menekankan penentangannya terhadap segala bentuk intervensi pihak asing di Suriah dan pelanggaran terhadap kedaulatan negara tersebut.
Sekretaris organisasi beranggotakan 57 Negara itu mengatakan, OKI akan mencoba menyelesaikan krisis politik di Suriah secarainternal dan menentang upaya untuk membawa masalah ini ke Dewan Keamanan PBB.
Di lain pihak, OKI mendesak Suriah untuk “segera menghentikan penggunaan kekuatan yang berlebihan” terhadap warga negaranya untuk menghindari ancaman intervensi asing.
“Kami antusias memelihara keamanan Suriah dan stabilitas, menolak internasionalisasi krisis Suriah dan kami bekerja untuk menyelesaikan krisis dalam keluarga Islam yang lebih luas yang diwakili oleh OKI,” kata Ekmeleddin Ihsanoglu seperti dikutip DP-News – agencies, Kamis (01/12/2011).
Mengatasi pertemuan darurat para menteri luar negeri OKI di kantor pusat organisasi di Jeddah, Ihsanoglu mengaku agak frustrasi atas kurangnya terobosan untuk mengakhiri kekerasan di Suriah, yang sejak Maret telah merenggut nyawa lebih dari 3.500 orang, kebanyakan warga sipil.
Dia menggambarkan pertemuan tersebut sebagai “kesempatan terakhir untuk mengakhiri krisis Suriah” dan menyerukan pada pemerintah Presiden Bashar al-Assad untuk bekerja sama dengan Liga Arab.
“Kami juga menolak intervensi militer mana pun dan memperkokoh kedaulatan Suriah… dan menyambut upaya internasional dan Arab” untuk mencapai solusi, ujarnya dalam pertemuan darurat para menteri luar negeri organisasi Muslim terbesar di dunia ini.*