Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Karena Berhijab, Petinggi TPS Regional Prancis Diturunkan Jabatan

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 25 Juni 2021 14:31 2:31 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 25 Juni 2021 14:31
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang pejabat tinggi Tempat Pemungutan Suara (TPS) regional Prancis pada Ahad lalu diturunkan dari jabatannya karena berhijab.

Rachida Kabbouri, seorang Muslimah anggota dewan kota dari Ekologi Eropa – The Greens (EELV) di Vitry-sur-Seini di wilayah Paris Ile-de-France yang lebih besar, ditunjuk sebagai kepala TPS di departemen Val-de-Marne selama pemilihan putaran pertama.

Tapi setelah prefek Val-de-Marne, Prancis mendapat keluhan tentang Kabbouri yang berhijab, posisi muslimah itu diturunkan menjadi penilai TPS.

Menurut undang-undang pemilu Prancis, kepala tempat pemungutan suara tunduk pada “prinsip netralitas”. Karena mereka mewakili negara, itulah sebabnya Kabbouri dipindahkan ke posisi yang lebih rendah, kata sebuah pernyataan oleh kantor prefek.

Dalam wawancara dengan harian Le Parisien, Kabbouri mengatakan bahwa dia “merasakan ketidakadilan dan pengecualian hingga menangis.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia mengatakan langkah tak terduga itu sangat memengaruhinya. Ia juga mendapatkan pengalaman buruk saat dia bertugas di kotak suara seorang wanita menghinanya dan menyebut seorang “Islamis.”

Di sisi lain, di Saint-Denis, juga di pinggiran kota Paris, Jordan Bardella, kandidat sayap kanan National Rally (RN) – partai anti-imigran, xenofobia – disambut di tempat pemungutan suara oleh seorang petugas TPS berhijab, membuat gebrakan media.

Mathieu Hanotin, walikota Saint-Denis, mengatakan di Twitter bahwa petugas TPS dapat mengenakan jilbab atau pakaian atau simbol apa pun yang mereka inginkan yang menunjukkan afiliasi agama.

Dia menggarisbawahi bahwa prinsip netralitas di kantor pemilihan membutuhkan netralitas politik, bukan netralitas agama.

Menolak kritik terhadap petugas pemungutan suara yang mengenakan jilbab Prancis. Hanotin mengatakan: “Apa yang tidak memiliki tempat nyata dalam demokrasi kita bukanlah wanita berjilbab yang berkontribusi pada pelaksanaan pemilihan yang tepat. melainkan retorika yang mengibarkan ‘bendera sekularisme’ untuk menstigmatisasi Islam atau agama lain.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamofobiaMuslimMuslimahPrancisRachida KabbouriVal-de-Marne
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya isi eksepsi nota keberatan habib rizieq HRS Hakim Sempat Tawarkan Opsi Agar Habib Rizieq Minta Permohonan Ampunan pada Presiden Jokowi
Tulisan selanjutnya Bersenjatakan Pisau, Pria Rasis Serang Dua Muslimah di Kanada

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?