Hidayatullah.com–Istana Topkapi di Sultanahmet, jantung sejarah Istanbul, pada hari Kamis pagi kembali dibuka untuk umum, setelah terjadi insiden penembakan. Demikian dilaporkan Todays Zaman, Kamis (01/12/2011).
Dua orang terluka dalam serangan hari Rabu itu, sementara pelakunya tewas ditembak polisi.
Motif penembakan tidak diketahui, namun para saksi mengatakan seorang pria bersenjata meneriakkan “Allahu Akbar” saat melakukan aksinya. Ia berkata dalam bahasa Arab bahwa dirinya berasal dari Suriah.
Namun sebagaimana dilansir Cihan, menurut Menteri Dalam Negeri Idris Naim Sahin, pelaku adalah seorang pria berkewarganegaraan Libya kelahiran tahun 1975.
Pelaku masuk ke Turki pada 27 Nopember 2011 dan tiba di tempat kejadian dengan menggunakan kendaraan berplat nomor Suriah.
Saat ditanya apa motif dari pelaku, Sahin menjawab motifnya adalah “untuk menyulut bahaya.”
Sebelumnya, Gubernur Istanbul Huseyin Avni Mutlu mengatakan motif pelaku sifatnya personal.
Seorang saksi kepada televisi Associated Press bercerita. “Saya melihat seorang pria memanggul sebuah senapan di pundaknya, seperti seorang pemburu. Di lehernya tergantung amunisi dan membawa tas ransel. Jaketnya terkancing, sehingga saya tidak bisa melihat apa yang ada di baliknya,” kata Idris Cengiz.
“Dia berjalan ke arah kami dan teman saya berkata orang itu seperti pemburu, maka saya menanyainya dengan bahasa Inggris. ‘Apakah Anda seorang pemburu?’ Pria itu lalu mengatakan sesuatu dalam bahasa Arab yang tidak saya mengerti,” imbuh Cengiz.
Dalam gambar terlihat pelaku setidaknya membawa dua senjata dan sabuk amunisi tergantung di lehernya. Pria itu telihat mengenakan jaket hitam, topi dan membawa ransel.
Di tempat kejadian, seorang saksi mengatakan bahwa pelaku berjalan menuju halaman Istana Topkapi. Pelaku kemudian menutup pintu masuk ke kompleks istana, setelah menembak seorang petugas jaga di kaki dan seorang petugas lainnya di perut. Aksi baku tembak antara polisi dan pelaku terjadi lebih dari satu jam, sebelum akhirnya pelaku berhasil ditembak mati.
Istana Topkapi dibangun antara tahun 1460 hingga 1478 oleh Sultan Mahmud II, penakluk Konstantinopel. Istana itu menjadi tempat kediaman para sultan Dinasti Utsmani selam 400 tahun (1465-1856). Sekarang Istana Topkapi menjadi salah satu tempat wisata paling populer di dunia, yang menyimpan benda-benda bersejarah Islam seperti jubah dan pedang Nabi Muhammad.*