Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Topkapi Dibuka Kembali setelah Insiden Penembakan

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 2 Desember 2011 16:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Istana Topkapi di Sultanahmet, jantung sejarah Istanbul, pada hari Kamis pagi kembali dibuka untuk umum, setelah terjadi insiden penembakan. Demikian dilaporkan Todays Zaman, Kamis (01/12/2011).

Dua orang terluka dalam serangan hari Rabu itu, sementara pelakunya tewas ditembak polisi.

Motif penembakan tidak diketahui, namun para saksi mengatakan seorang pria bersenjata meneriakkan “Allahu Akbar” saat melakukan aksinya. Ia berkata dalam bahasa Arab bahwa dirinya berasal dari Suriah.

Namun sebagaimana dilansir Cihan, menurut Menteri Dalam Negeri Idris Naim Sahin, pelaku adalah seorang pria berkewarganegaraan Libya kelahiran tahun 1975.

Pelaku masuk ke Turki pada 27 Nopember 2011 dan tiba di tempat kejadian dengan menggunakan kendaraan berplat nomor Suriah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Saat ditanya apa motif dari pelaku, Sahin menjawab motifnya adalah “untuk menyulut bahaya.”

Sebelumnya, Gubernur Istanbul Huseyin Avni Mutlu mengatakan motif pelaku sifatnya personal.

Seorang saksi kepada televisi Associated Press bercerita. “Saya melihat seorang pria memanggul sebuah senapan di pundaknya, seperti seorang pemburu. Di lehernya tergantung amunisi dan membawa tas ransel. Jaketnya terkancing, sehingga saya tidak bisa melihat apa yang ada di baliknya,” kata Idris Cengiz.

“Dia berjalan ke arah kami dan teman saya berkata orang itu seperti pemburu, maka saya menanyainya dengan bahasa Inggris. ‘Apakah Anda seorang pemburu?’ Pria itu lalu mengatakan sesuatu dalam bahasa Arab yang tidak saya mengerti,” imbuh Cengiz.

Dalam gambar terlihat pelaku setidaknya membawa dua senjata dan sabuk amunisi tergantung di lehernya. Pria itu telihat mengenakan jaket hitam, topi dan membawa ransel.

Di tempat kejadian, seorang saksi mengatakan bahwa pelaku berjalan menuju halaman Istana Topkapi. Pelaku kemudian menutup pintu masuk ke kompleks istana, setelah menembak seorang petugas jaga di kaki dan seorang petugas lainnya di perut. Aksi baku tembak antara polisi dan pelaku terjadi lebih dari satu jam, sebelum akhirnya pelaku berhasil ditembak mati.

Istana Topkapi dibangun antara tahun 1460 hingga 1478 oleh Sultan Mahmud II, penakluk Konstantinopel. Istana itu menjadi tempat kediaman para sultan Dinasti Utsmani selam 400 tahun (1465-1856). Sekarang Istana Topkapi menjadi salah satu tempat wisata paling populer di dunia, yang menyimpan benda-benda bersejarah Islam seperti jubah dan pedang Nabi Muhammad.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:istanaold migrateserangan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Salafy Serukan Jihad Lawan Pemberontak Syiah
Tulisan selanjutnya Presiden Jerman Janjikan Beasiswa dan Investasi untuk Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Ragam

Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi

Ragam
4 September 2026 17:26
Kasus Narkoba Wanita Presenter TV Mesir Dihukum Mati Bersama 11 Orang
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Terbaru

  • Kasus Narkoba Wanita Presenter TV Mesir Dihukum Mati Bersama 11 Orang
  • Erupsi Anak Krakatau, MUI Ajak Masyarakat Ikhtiar Patuhi Petunjuk Keselamatan
  • Hari Pertama Sekolah yang Tak Kunjung Usai, Bocah Palestina Syahid Dibom ‘Israel’
  • Delapan Negara Muslim Kompak Kecam Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • ‘Israel’ Kehilangan Ribuan Dokter, Brain Drain Makin Parah
  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?