Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dunia Janji Bantu Afghanistan Walau Tanpa Militer

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 6 Desember 2011 18:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kami akan mundur secara militer, tanpa menelantarkan Afghanistan. Begitu pesan yang terungkap dalam semua pidato di Konferensi Internasional untuk Afghanistan yang berakhir Senin malam (05/12/2011) di Bonn Jerman, lansir Deutsche Welle.

Sebagian besar pidato terutama ingin menenangkan publik Afghanistan. Banyak orang di kawasan Hindukush khawatir bahwa setelah penarikan pasukan NATO, negara itu akan jatuh ke tangan Taliban dan terjerumus perang saudara. Karenanya, Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle menegaskan, “Kami mengatakan kepada rakyat Afghanistan, bahwa kami tidak meninggalkan Anda begitu saja. Kami tidak akan menelantarkan Anda. Afghanistan dan rakyatnya membutuhkan jaminan dukungan jangka panjang, yang berlanjut sesudah 2014.”

Tugas Pemerintah Afghanistan

Sebagai imbalan, tambah Westerwelle, pemerintah Afghanistan harus melakukan pekerjaan rumahnya, menggalakkan upaya pemberantasan korupsi dan membangun negara hukum. Presiden Hamid Karzai dan kalangan terdekatnya sudah lama dituding melakukan penyelewengan, yang antara lain menyebabkan bangkrutnya bank terbesar Afghanistan.

Karzai mengakui adanya praktek korupsi dan menjanjikan perbaikan. Ia juga mengakui, hingga kini belum bisa menjamin keamanan rakyat Afghanistan, “Al-Qaida dan organisasi teror lainnya memang sudah sangat lemah. Tapi seringkali lingkup permasalahannya tidak dimengerti, sehingga kaum teroris bisa saja melanjutkan perangnya terhadap rakyat dan mengancam masa depan Afghanistan.“

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Yang dimaksud oleh Karzai adalah Pakistan, yang tak hadir dalam konferensi ini. Tanpa partisipasi pemerintah di Islamabad itu akan sulit untuk mengadakan perundingan dengan Taliban.

Afghanistan Pasca Penarikan Pasukan Internasional

Kanselir Jerman Angela Merkel menyampaikan sudut pandang Jerman, “Pembentukan pasukan keamanan Afghanistan cukup maju. Lebih 300 ribu polisi dan tentara Afghanistan kini bertugas. Kami akan melanjutkan kemitraan selama ini dan melakukan pemantauan. Bersamaan dengan itu mengurangi jumlah tentara jerman di sana. Jerman akan melakukan langkah ini secara bertanggung jawab.”

Tapi siapa yang akan datang setelah penarikan mundur pasukan internasional itu? Selay Ghaffar, yang mewakili masyarakat sipil Afghanistan, dengan skeptis mengatakan, “Solusi politik yang kini dibicarakan secara khusus mengancam perempuan Afghanistan. Hal ini tidak terbatas pada upaya memerangi Taliban atau Al-Qaida. Di dalam pemerintah ini ada pihak-pihak yang terlibat kejahatan kemanusiaan dan memiliki hubungan erat dengan kaum teroris. Mereka seharusnya digiring ke pengadilan.“

Mengulang Kesalahan

Massouda Jalal, bekas kandidat presiden yang bersaing dengan Karzai, mengritik Konferensi di Bonn telah melakukan kesalahan yang sama dengan konferensi di Petersberg, 10 tahun silam. “Kesalahan konferensi 2001 adalah memberikan lampu hijau bagi  kaum Mujahiddin dan panglima perang dari Utara untuk berbagi kekuasaan. Kesalahan itu berulang kini, dengan membuka peluang bagi kelompok radikal seperti Taliban untuk berbagi kekuasaan, dan itu adalah kelompok yang tidak menghormati hak-hak perempuan.”

Tuntutan Amerika Serikat

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menyatakan, setelah 2014 merupakan dekade transformasi bagi Afghanistan. Iapun menuntut janji Karzai, “Kami menuntut Presiden Karzai agar di masa mendatang menyelenggarakan pemilu yang bebas dan demokratis. Itu prasyarat penyediaan dana bantuan pembangunan.“

Pembicaraan antara Washington dan Kabul berputar pada masalah alokasi dana. Penghematan yang terjadi dengan penarikan mundur pasukan Amerika, bisa dialihkan untuk bantuan pembangunan. Amerika Serikat mengatakan akan mencairkan dana bantuan senilai 520 juta Euro yang sebelumnya dibekukan.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Afrika Selatan Lirik Obligasi Syariah
Tulisan selanjutnya Unlam Bangun Laboratorium Pendidikan Al Quran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?