Hidayatullah.com–Mayoritas pihak Parlemen Belanda menolak adanya asuransi terapi untuk kaum homoseksual. Parlemen ingin agar terapi homoseksual yang kontroversial tidak lagi ditanggung oleh asuransi.
Dikutip RNW, Partai Liberal konservatif, VVD yang duduk dalam cabinet, juga kubu oposisi seperti partai buruh, PvdA, partai kiri hijau, GroenLinks dan partai sosial liberal, D’66 mengimbau pihak Kementrian Kesehatan, Edith Schippers agar terapi yang dimaksud untuk ‘menyembuhkan’ kelainan orientasi seksual pria (homoseksual) dan wanita (lesbian), segera dihapus dari asuransi kesehatan.
“Ongkos terapi itu ‘secara etis, medis maupun finansial sangat mubazir’,” demikian ujar Linda Voortman, anggota GroenLinks di parlemen seperti dikutip RNW.
Seperti diketahui, terapi ini khusus merupakan terapi yang bernuansa Kristen untuk menyembuhkan kaum pengidap homoseksualitas.
Sementara itu, Pia Dijkstra mengatakan sangat tidak masuk akal bahwa pemerintah membayar ‘terapi yang sia-sia dan anti homo’. Menurut anggota parlemen dari partai D’66 itu, Menteri Kesehatan harus segera menghentikan hal itu.
Khadija Arib, dari partai buruh PvdA juga ikut mempertanyakan. “Mengapa perawatan kronis dihemat sementara terapi yang kontroversial itu justru tidak. Sangat tidak masuk akal. Terapi semacam itu tidak boleh ditanggung oleh asuransi kesehatan,” ujarnya.
Pengawasan lebih ketat
Perusahaan asuransi dan Lembaga Pengawas Kesehatan IGZ sudah menegaskan akan memperketat pengawasan terapi homoseksual tersebut. Menurut perkumpulan perusahaan asuransi ZN, sangat tidak masuk akal bahwa terapi semacam itu disamakan dengan misalnya diagnosa trauma remaja, yang dibiayai oleh asuransi kesehatan.
Surga Kelainan
Sebagaimana diketahui, Belanda dikenal sebagai surganya kaum homoseksual dan lesbian. Beberapa pengidap kelainan orientasi seksual asal Timur Tengah bahkan kerap manjadikan negeri ini menjadi tempat aktualisasi diri.
Belanda juga merupakan negara pertama di dunia yang mengizinkan perkawinan sesama jenis, pada 1 April 2001, sekitar 10 tahun yang lalu. Langkah Belanda ini, kini banyak diikuti beberapa Negara, meski masih sesuatu kontroversial.
Homoseksual adalah hal legal di Belandabahkan dilindungi secara hukum. Bahkan ada menteri yang terang-terangan mengaku lesbian, Walikota yang mengaku homo, juga pasangan kelainan homoseksual yang boleh mengadopsi anak.
Meski secara istitusi Belanda resmi mengaku kaum Homo, namun Katolik Roma tetap menganggap masalah homosesksual dan lesbian sebagai “musuh” agama mereka. Dalam sambutan tahun barunya di hadapan sejumlah perwakilan diplomatik untuk Vatikan, Senin (09/01/2012), Paus Benediktus XVI sempat mengatakan bahwa perkawinan sesama jenis merupakan salah satu “ancaman terhadap keluarga” dan “ancaman masa depan kemanusiaan”.
Di depan perwakilan dari hampir 180 negara, Benediktus mengatakan bahwa pendidikan untuk anak-anak diperlukan tatanan yang benar terhadap keluarga, berdasarkan pernikahan antara seorang pria dan seorang wanita, bukan sesame jenis.
“Ini bukan konvensi sosial sederhana, melainkan sel fundamental dari setiap masyarakat. Akibatnya, kebijakan-kebijakan yang merusak keluarga mengancam martabat manusia dan masa depan kemanusiaan itu sendiri,” kata Benediktus XVI, dikutip Reuter.*
Baca: Perkawinan Sejenis Ancaman Masa Depan Kemanusiaan
Keterangan: gay-pride, pestanya kaum Homo di Amsterdam