Hidayatullah.com–Seorang staf senior The New Yorker meminta maaf setelah bermunculan kabar bahwa dia melakukan masturbasi di depan kamera ketika bekerja melalui Zoom belum lama ini.
Jeffrey Toobin, yang juga seorang analis legal di CNN, mengatakan kepada Motherboard –majalah daring milik VICE– bahwa dirinya telah melakukan kesalahan bodoh yang sangat memalukan dan dia tidak tahu jika kamera dan mikrofonnya menyala saat itu.
“Saya membuat kesalahan bodoh yang sangat memalukan, saya ketika itu yakin di luar kamera. Saya memohon maaf kepada istri saya, keluarga, teman dan rekan-rekan kerja.”
“Saya berkeyakinan [ketika itu] tidak kelihatan di Zoom. Saya kira tidak ada orang di Zoom yang dapat melihat saya. Saya kira saya sudah membisukan video Zoom,” kata Toobin, seperti dilansir MalayMail Selasa (20/10/2020).
Insiden itu kabarnya terjadi ketika dilakukan simulasi pemilu lewat Zoom, yang melibatkan Toobin serta beberapa penulis terkemuka dari The New Yorker.
Dua orang yang ikut dalam sambungan video itu, mengatakan kepada VICE bahwa sepertinya Toobin melakukan panggilan video kedua ketika para peserta simulasi itu sedang berpencar di ruang pembicaraan terpisah untuk berdiskusi.
Ketika mereka kembali dari ruang pembicaraan terpisah, sumber itu mengatakan Toobin menundukkan kameranya dan mulai bermasturbasi.
Toobin kemudian meninggalkan pertemuan itu, tetapi melakukan panggilan video lagi tidak lama kemudian. Dia sepertinya tidak sadar bahwa aksinya tersebut telah terlihat oleh rekan-rekannya dan melanjutkan simulasi.
Jurnalis senior berusia 60 tahun tersebut sejak kejadian itu diberhentikan sementara dari posisinya di majalah The New Yorker, di mana dia sudah bekerja selama 25 tahun, sambil menunggu proses investigasi internal oleh pihak perusahaan.
CNN juga mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa pihaknya memberikan waktu cuti kepada Toobin untuk menyelesaikan masalah pribadinya.*