Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Myanmar Tuduh Pengungsi Berbohong Agar Ditolong

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Mei 2015 08:56 8:56 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Mei 2015 08:56
Bagikan
Jenderal Myanmar Ming Aung Hilang
Bagikan

Hidayatullah.com–Jenderal Myanmar Ming Aung Hilang menuduh sebagian pengungsi yang terdampar di Malaysia dan Indonesia pada bulan ini, berbohong dengan berpura-pura menjadi warga Rohingya untuk mendapatkan pertolongan dari masyarakat dunia.

Surat kabar “Global New Light of Myanmar” melaporkan Jenderal Ming mengatakan bahwa “sebagian besar korban hanya mengaku warga Rohingya dari Myanmar agar mendapatkan pertolongan dari badan pengungsi PBB (UNHCR)”.

“Jenderal Ming menekankan perlunya mendahulukan penyelidikan mengenai asal negara pengungsi itu daripada menuding suatu negara,” kata surat kabar tersebut seperti dikutip Reuters.

Pada saat bersamaan, angkatan laut Myanmar pada Jumat menyatakan menemukan perahu berisi 200 warga Bangladesh.

“Saat berpatroli di perairan Myanmar pada Kamis, angkatan laut menemukan sebuah perahu berisi 200 warga Bangladesh dan sebuah kapal kosong lain di laut dekat kota kecil Maungdaw,” kata juru bicara pemerintah Myanmar, Ye Htut, di Facebook resminya dikutip Antara.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pernyataan Jenderal Ming dan penemuan kapal berisi warga Bangladesh tersebut diperkirakan akan memunculkan reaksi keras dari masyarakat internasional.

Sebelumnya Amerika Serikat sudah mengecam Myanmar karena tidak bersedia menyelesaikan akar krisis imigran kawasan Asia Tenggara.

Menurut sejumlah pihak, akar krisis tersebut adalah penolak Myanmar untuk mengakui etnis Rohingya sebagai warga negara.

Sebanyak 1,1 juta warga Rohingya di Myanmar saat ini merupakan manusia tanpa negara dan harus bertahan dalam kondisi yang mirip dengan era apartheid Afrika Selatan.

Pada 2012, hampir 120.000 warga dari kelompok itu terpaksa meninggalkan rumah setelah mendapat serangan dari ekstrimis Buddha di negara bagian Rakhine.

Diskriminasi yang dialami di rumah sendiri tersebut itulah yang ditengarai membuat komunitas Muslim Rohingya rela mempertaruhkan nyawa untuk menyebrang ke negeri orang melalui laut dengan perahu seadanya.

Berjanji Lindungi Muslim

Sebelum ini, pemerintah Myanmar Hari Kamis (21/05/2015) berjanji akan melindungi warga Muslim Rohingya di negaranya yang banyak melarikan diri akibat kemiskinan dan penindasan.

Menurut juru bicara Presiden Thein Sein, pemerintah Myanmar berkomitmen untuk memverifikasi kewarganegaraan orang Rohingya yang membutuhkan bantuan. Lanjutnya, pemerintah akan membantu dan mengatur pemulangan bagi orang Rohingya yang terdampar di Myanmar.

Hal itu dikemukakan seusai pertemuan Presiden Sein dengan Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Antony Blinken hari Kamis (21/05/2015) di ibukota Naypyidaw.

Juga hari Kamis, para pejabat dari Myanmar bertemu perwakilan Malaysia dan Indonesia untuk membahas krisis itu. Pertemuan itu dilakukan menjelang KTT regional yang akan dilangsungkan minggu depan.

Sekitar 3.000 pengungsi dan migran – terutama orang Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh – telah diselamatkan atau berhasil mencapai daratan di sejumlah negara Asia Tenggara dalam 10 hari ini.

Mereka terdampar di tengah laut karena ditinggalkan begitu saja oleh gembong penyelundup manusia. Ribuan lainnya diyakini masih terkatung-katung di laut dengan pasokan kebutuhan yang kian menipis.

Malaysia hari Kamis mengatakan telah mengerahkan empat kapal untuk mencari dan menyelamatkan ribuan Muslim Rohingya itu.

Sempat menolak, Indonesia dan Malaysia kini sepakat menyediakan bantuan dan menampung sementara sekitar 7.000 migran tersebut. Kedua negara itu setuju asalkan para pengungsi itu dimukimkan kembali dalam setahun dengan bantuan dunia internasional.

Myanmar dikecam keras dunia internasional atas perlakuan mereka terhadap orang Rohingya. Negara yang didominasi penganut Buddha itu menolak mengakui status dan menyediakan layanan mendasar bagi orang Rohingya.

Myanmar membantah telah mendiskriminasi Muslim Rohingya dan bersikeras bahwa negaranya bukan merupakan akar krisis imigran Asia Tenggara.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:myanmarpengungsiPengungsi RohingyaRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Panglima TNI: Wanita TNI Mau Pakai Jilbab, Pakai Saja
Tulisan selanjutnya Waspada, Pencurian Motor Incar Parkiran Masjid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?