Hidayatullah.com—Sekitar 80 negara mengajukan permintaan kenaikan jumlah kuota jamaah haji, namun kementerian harus membatasi jumlah jamaah disesuaikan dengan daya tampung akomodasi di Mina, kata Menteri Urusan Haji Arab Saudi Bandar Hajjar.
Hal itu diungkapkan Hajjar saat bertemu dengan Menteri Senior untuk Urusan Pembangunan Kota Sri Lanka Abdul Hamid Muhammad Fawzi, di Jeddah Rabu (25/01/2012).
Hajjar menjelaskan, sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam area Mina tidak dapat diperluas dan jamaah haji harus berdiam diri di dalam area tersebut sebagaimana yang telah ditetapkan.
Usai pertemuan itu, Fawzi mengatakan kepada Arab News bahwa pembicaraannya dengan Hajjar merupakan bagian dari persiapan Sri Lanka menghadapi musim haji yang akan datang.
Tahun lalu Sri Lanka mendapatkan kuota sebanyak 2.800, namun setelah pihak pemerintah meminta penambahan jumlah hingga 1.000, Sri Lanka tidak dapat memenuhinya. Hal itu disebabkan perusahaan perjalanan haji menaikkan ongkos menjelang jadwal keerangkatan jamaah.
“Tahun 2010 kami menerima kuota 5.800. Tahun ini kami meminta kementerian untuk menyetujui jumlah yang sama,” kata Fawzi. Ia menjelaskan bahwa menteri Saudi menjamin Sri Lanka akan mendapatkan kuota haji yang tetap.*