Hidayatullah.com—Pemimpin Fatah yang dikurung di penjara Zionis, Marwan Barghouti, dimasukkan ke sel isolasi hari Rabu (25/01/2012), setelah membuat pernyataan kritis tentang Israel kepada wartawan.
Dilansir oleh Maan, usai bersaksi dalam sebuah sidang di Al Quds (Yerusalem), pemimpin Fatah itu sempat bicara kepada wartawan. Mantan Sekjen Fatah di Tepi Barat itu mengatakan, konflik Palestina-Israel hanya bisa diselesaikan jika penjahahan atas Palestina berakhir dan Israel menarik diri ke garis perbatasan sebagaimana ditetapkan pada pra-1967.
Setelah dikembalikan ke penjara Hadarim di Israel, Barghouti tidak diperbolehkan menempati selnya yang biasa dan kemudian dijebloskan ke sel isolasi, kata Masyarakat Tahanan Palestina, Kamis (26/01/2012).
Warga Palestina penghuni penjara Zionis menuntut penjelasan atas perlakuan yang diterima Barghouti. Namun, pihak berwenang Zionis Israel belum menanggapinya.
Masyarakat Tahanan Palestina mengecam tindakan Zionis tersebut dan menyeru agar organisasi-organisasi pembela hak asasi manusia menghentikan tindakan Zionis yang sering memasukkan tokoh pemimpin Palesina ke dalam sel isolasi.
Marwan Barghouti divonis penjara seumur hidup oleh Zionis Israel dan telah dikurung sejak tahun 2004. Pemimpin Fatah yang satu ini dikenal sebagai lawan Mahmud Abbas dalam perebutan kursi presiden Palestina.*