Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Enam Negara Teluk Tutup Kedubes di Suriah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Maret 2012 08:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Enam negara Teluk Arab akan menutup kedutaan besar (kedubes) di Suriah sebagai bentuk protes atas kekerasan di negara tersebut.

Ketua Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Abdullatif al-Zayani menegaskan hal itu kemarin. Enam negara GCC itu ialah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman, Qatar, dan Kuwait.

“Rezim melakukan pembunuhan terhadap rakyat, memilih opsi militer,dan menolak semua inisiatif yang bertujuan mencari solusi bagi krisis,” ungkap Abdullatif, dikutip AFP. Abdullatif mendesak komunitas internasional segera bertindak tegas untuk menghentikan pembunuhan di Suriah serta semua pelanggaran hak asasi rakyat Suriah. 

Keenam Nagara Teluk itu mengambil Langkah tersebut karena dinilai rezim Suriah telah “membantai rakyatnya, memilih opsi militer dan menolak semua inisiatif yang bertujuan mencari solusi untuk krisis,” katanya.

Sebelum keputusan kolektif ini disepakati, dua negara GCC yakni Arab Saudi dan Bahrain telah mengumumkan penutupan kedubes mereka di Damaskus. Arab Saudi mengumumkan keputusannya pada Rabu (14/03/2012) dan menarik semua diplomat dari Suriah.Bahrain mengikuti langkah Saudi pada Kamis (15/03/2012).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Saudi merupakan pengkritik keras rezim Suriah.Agustus silam Saudi menarik duta besar (dubes) mereka dari Damaskus dan mengusir Dubes Suriah. Negara anggota GCC lainnya kemudian mengikuti langkah yang sama untuk mengecam kekerasan di Suriah. 

Sementara itu, Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov menganggap berbagai pernyataan negara-negara Barat bahwa pemerintahan Presiden Suriah Bashar al- Assad tidak sah merupakan sikap yang kontraproduktif untuk menciptakan perdamaian di negara tersebut.

“Rakyat Suriah harus memutuskan siapa yang akan memimpin negara mereka sehingga opini sejumlah mitra asing kita dapat memberikan solusi,”katanya. 

“Deklarasi dari Negara-negara lain bahwa Assad tidak memiliki legitimasi dan seruan agar dia mundur. Itu kontraproduktif karena mereka mengirim sinyal yang salah pada oposisi sehingga di sana tidak ada keinginan untuk dialog,” tutur Bogdanov, dikutip Reuters.

Di tengah kekerasan yang terus berlangsung di Suriah, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan hendak mengirim misi kemanusiaan akhir pekan ini.Tim itu akan melakukan penilaian kondisi di Suriah.

Tim ini bagian dari delegasi yang dipimpin Pemerintah Suriah,termasuk staf dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Delegasi ini akan mengunjungi sejumlah kota oposisi yakni Homs,Hama,dan Deraa. Pengumuman ini muncul pada peringatan tahun pertama pemberontakan melawan rezim Suriah.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Media Islamold migratesuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prancis Sedih Kristen Dukung Al Assad
Tulisan selanjutnya “Yesus Berjalan di Atas Air” yang Bermasalah di Cape Town

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel

Berita
20 Oktober 2026 19:37
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?