Hidayatullah.com—Pimpinan Al Qaidah Ayman Al Zawahiri mengatakan bahwa permintaan maaf Amerika Serikat terkait pembakaran al-Qur`an di pangkalan militernya di Afghanistan hanyalah pura-pura belaka.
Dalam pesannya berdurasi 7 menit yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan dimuat oleh situs SITE Intelligence Group, Zawahiri mengatakan, “Pasukan salib sekali mengulangi kejahatannya dengan melecehkan kitab suci al-Qur`an dan sekali lagi mengolok-olok nabi Allah.”
“Setiap kali setelah melakukan kejahatan, mereka pura-pura menyesal dan mengklaim akan melakukan penyelidikan atas apa yang terjadi, yang mana kebodohan itu kembali diulangi oleh Obama dan sekretarisnya,” kata Zawahiri, dikutip Al Arabiya (09/05/2012).
Bulan Februari lalu ribuan orang Afghanistan menggelar unjuk rasa memprotes pembakaran al-Qur`an oleh militer AS di pangkalan di Bagram, dekat Kabul. Sekitar 40 orang tewas dalam kerusuhan yang terjadi.
Para pejabat Amerika mengatakan, Qur`an yang dibakar merupakan hasil sitaan milik para tahanan yang dipergunakan oleh mereka untuk saling berkomunikasi satu sama lain.
Presiden Obama lantas meminta maaf atas kejadian yang disebutnya sebagai suatu kesalahan itu.
Dalam rekaman video pesan tersebut, Zawahiri mendesak Muslim untuk “memerangi musuh Allah dan musuh rasul-Nya.”
Bulan Maret silam pria Mesir itu mengirimkan pesan serupa, mendesak agar rakyat Afghanistan melawan “babi-babi pasukan salib”, setelah marinir AS terlihat mengencingi mayat-mayat pejuang Taliban dalam video yang diunggah di internet.*