Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ethiopia Terapkan Keadaan Darurat, Diplomat Asing Tak Bebas Bepergian

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Oktober 2016 19:43 7:43 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Oktober 2016 19:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sepekan setelah Ethiopia menyatakan negara dalam keadaan darurat, pemerintah mengeluarkan sejumlah peraturan yang berkaitan dengannya, yang dianggap oposisi sebagai upaya untuk membungkam kelompok yang berseberangan dengan penguasa.

Menurut pernyataan yang dirilis Menteri Pertahanan Siraj Fegessa, kepala Pos Komando, lembaga pemerintah yang dibuat untuk mengawasi pelaksanaan keadaan darurat, beberapa pembatasan diberlakukan terkait kondisi darurat saat ini. Termasuk di antaranya, pembatasan bepergian bagi diplomat asing yang tidak boleh melebihi 40km di luar ibukota Addis Ababa, bepergian tanpa izin, serta larangan mengontak kelompok-kelompok yang dinyatakan sebagai teroris. Orang juga dilarang menyaksikan atau mendengarkan siaran dari Oromia Media Network dan Ethiopian Satellite Television and Radio. Selain itu, orang dilarang berkumpul dalam jumlah banyak dan melakukan pertemuan umum tanpa izin. Pada saat yang sama, pasukan keamanan diberikan hak untuk menahan dan menggeledah orang tanpa perintah pengadilan.

Mereka yang melanggar peraturan keadaan darurat itu terancam hukuman penjara tiga sampai lima tahun, lapor Deutsche Welle Ahad (16/10/2016).

Tidak hanya itu, pemerintah juga melakukan blokir akses internet.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ketegangan yang dialami Ethiopia saat ini bermula dari masalah pencaplokan tanah milik etnis Oromo oleh pemerintah Addis Ababa.

Oromo, kelompok etnis terbesar di Ethiopia, mulai melakukan protes sejak setahun silam, ketika pemerintah berusaha mencaplok sebagian tanah mereka dan memaksa lahan-lahan pertanian yang merupakan sumber pangan negeri itu diubah menjadi kawasan industri.

Tahun lalu ratusan orang kehilangan nyawa dalam upaya menentang kebijakan pemerintah yang dianggap sewenang-wenang itu.

Pada 2 Oktober lalu, lebih dari 50 orang tewas akibat kepanikan massal ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan ke arah para demonstran anti-pemerintah saat perayaan keagamaan di Bishoftu, sebelah tenggara ibukota.

Hari Ahad, Yilikal Getnet, ketua Partai Biru yang menjadi oposisi pemerintah, mengatakan Ethiopia tidak membutuhkan keadaan darurat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hampir Separuh Orang di Inggris Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni
Tulisan selanjutnya Ketua Matakin: Penggunaan Agama dalam Politik tidak Masalah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?