Hidayatullah.com—Presiden Suriah Bashar Al Assad mengatakan bahwa hasil pemilihan umum legislatif baru-baru ini menunjukkan rezimnya masih mendapatkan dukungan dari rakyat.
Hasil pemilu 7 Mei menunjukkan bahwa rakyat Suriah “sampai sekarang masih mendukung kebijakan reformasi” dan “mendukung institusi-institusi negara,” kata Assad kepada stasiun televisi pemerintah Rusia Rossia-24, sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (15/05/2012).
“Rakyat Suriah tidak takut terhadap ancaman para teroris yang berusaha mengacaukan pemilu atau menghalangi kami dari menyelenggarakannya,” imbuh Assad.
Assad menyebut pemilu tersebut sebagai tahap penting dari reformasi yang dimulai Suriah sejak satu tahun lalu.
Pejabat Suriah mengatakan bahwa partisipasi rakyat dalam pemilihan parlemen awal bulan ini mencapai 51,26 persen. Namun, hasil dari perhitungan suara pemilu itu tidak diumumkan sepenuhnya, lapor Reuters.
Dalam wawancaranya itu, Assad memperingatkan para pemimpin negara-negara yang mengatakan bahwa apa yang terjadi di negaranya adalah “kekacauan”, dengan mengatakan bahwa mereka bisa jadi akan bernasib sama dengan para pemimpin Arab yang digulingkan lewat “Arab
Spring”.
Assad menuding negara-negara Barat hanya melihat kekerasan yang dilakukan oleh pasukannya, tetapi tidak memperhatikan kekerasan yang dilakukan oleh pasukan oposisi, yang disebutnya sebagai teroris.
Dia juga mengatakan bahwa sejumlah tentara bayaran dari negara-negara Arab, yang berperang untuk kelompok oposisi dalam melawan pasukan rezimnya, telah ditangkap dan Assad sedang bersiap-siap untuk menunjukkan para tahanan itu kepada dunia.
Reuters melaporkan, wawancara Assad dengan televisi Rusia itu berlangsung bersamaan dengan pembunuhan 15 warga sipil oleh pasukan pemerintah di kota Homs.*