Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Keluarga Uighur yang Kehilangan Anggota Keluarga Gunakan TikTok untuk Publikasikan Penahanan China

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Agustus 2019 15:27 3:27 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Agustus 2019 15:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Orang-orang Uighur mengirimkan pesan di aplikasi video media sosial Tiktok dengan menunjukkan anggota keluarga mereka yang menghilang, dalam upaya terbaru mereka meningkatkan kesadaran tentang 1 juta orang Uighur yang ditahan di kamp-kamp di seluruh wilayah Xinjiang China.

Video-video tersebut, banyak yang memperdengarkan musik sedih, memperlihatkan gambar orang yang hilang, dengan foto atau video orang yang memposting di bagian depan. Banyak dari mereka yang mengunggah video menangis.

TikTok memungkinkan pengguna untuk membagikan video pendek, 15 hingga 60 detik, biasanya disetel dengan dialog film atau musik. Aplikasi ini mengelompokkan video yang menggunakan klip musik yang sama, memungkinkan pengguna untuk melihat beberapa video yang diposting oleh Uighur tentang orang-orang yang mereka cintai yang hilang secara bersamaan.

David Brophy, seorang dosen senior dalam sejarah China modern di University of Sydney, mengatakan video itu dapat menunjukkan “sedikit berkurangnya tekanan keamanan di Xinjiang”.

“Itu mungkin memberi lebih banyak Uighur kepercayaan diri untuk tampil di public dengan situasi mereka. Mereka jelas putus asa, dan mengambil risiko besar dalam melakukan ini, tetapi ini bisa menandakan titik balik dalam kemauan orang-orang di Xinjiang untuk menentang partai-negara dan mengekspresikan perlawanan terhadap apa yang sedang terjadi, “katanya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca:  Uighur dan Kisah Persekusi China

China terus bersikeras bahwa pusat-pusat penahanan di provinsi barat Xinjiang adalah fasilitas pelatihan kejuruan dan telah melakukan propaganda tentang mereka, membawa jurnalis dalam tur dan merilis video propaganda yang memperlihatkan para tahanan dalam pelajaran, berpartisipasi dalam kegiatan budaya dan bekerja di pekerjaan pabrik.

Pada briefing di akhir Juli, Shohrat Zakir, ketua pemerintah daerah, mengatakan sekitar 90% dari orang-orang yang telah dibebaskan dari kamp-kamp re-edukasi itu pergi untuk mencari pekerjaan yang cocok dan mendapatkan “uang banyak”.

https://www.facebook.com/tahir.Imin.Uighurian/posts/10213649159519424

Sebagai tanggapan, orang-orang mulai berbagi gambar di media sosial orang yang mereka cintai, yang masih hilang, dengan tagar: “ProveThe90″.

Baca:  1 Juta Umat Islam Ditahan di Kamp Isolasi China 

Pada bulan Februari, dalam upaya untuk menghapuskan rumor tentang kematian musisi Uighur terkenal Abdurehim Heyit, yang menghilang di Xinjiang pada tahun 2017, media pemerintah China merilis video Heyit yang membuktikan kesehatannya. Dalam video itu, dia mengatakan dia berada dalam tahanan polisi dan “tidak pernah dimanfaatkan”.

Sebagai tanggapan, para aktivis dan orang Uighur tinggal di luar negeri meminta bukti video kehidupan kerabat mereka di bawah tagar #MeTooUighur.

Warga Uighur sangat berhati-hati dalam berkomunikasi di aplikasi media sosial China, WeChat, karena dipantau secara ketat oleh Beijing.

Warga Uighur di luar Tiongkok telah berjuang untuk mengakses informasi tentang anggota keluarga yang telah dikirim ke kamp cuci otak.

Sangatlah berbahaya bagi orang-orang di Xinjiang untuk melakukan kontak dengan orang-orang di luar China, yang berarti bahwa bahkan mereka yang belum ditahan tidak dapat menghubungi anggota keluarga di seluruh dunia karena khawatir hal itu dapat menempatkan mereka dalam bahaya. */Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinakamp cuci otakkamp penanahanuighurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemukim Ilegal Yahudi Serbu Makam Nabi Yusuf di Nablus
Tulisan selanjutnya LBH-YLBHI: Mahasiswa Papua Alami 33 Kasus Pelanggaran HAM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?