Hidayatullah.com—Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen hari Kamis (3/12/2015) mengunjungi Turki untuk melakukan pembicaraan dengan sejawatnya, Ismet Yilmaz.
Meskipun belum ada keputusan resmi yang diambil, pejabat Jerman dan Turki sedang menuntaskan sebuah nota kesepahaman berdasarkan proposal dari Jerman, kata sumber-sumber diplomatik kepada Hurriyet Daily News.
Jerman ingin mengirimkan enam pesawat pengintai Tornado, pesawat pengisi bahan bakar ke Pangkalan Udara Incirlik di selatan Turki, sebuah pergat (fregate) untuk mengawal kapal induk Prancis di Laut Mediterania, serta personel militer 1.200 orang selama satu tahun di kawasan itu. Penempatan armada dan pasukan militer Jerman tersebut untuk menanggapi permintaan Prancis, menyusul serangan di Paris yang menewaskan 130 orang bulan November kemarin.
Sekitar 550 dari 1.200 personel militer Jerman tersebut nantinya ditempatkan di wilayah Turki, imbuh sumber diplomatik itu.
“ Kami harus memberikan pesan yang jelas kepada rakyat Suriah bahwa kami bersungguh-sungguh dalam memerangi ISIL,” imbuh Von der Leyen di Berlin sebelum terbang ke Turki.
Pemerintah Jerman sudah lebih dahulu mendapatkan lampu hijau untuk mengirimkan pasukan dan armada tempurnya guna memerangi ISIS dibanding Inggris, yang menyusul kemudian pada hari Rabu (2/12/2015), setelah majelis rendah di parlemen berdebat selama 10 jam guna memutuskan partisipasi Inggris dalam serangan udara di Suriah.*