Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Al Ikhwan Mendominasi, Oposisi Suriah Pecah

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Mei 2012 08:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pimpinan kelompok oposisi Suriah penentang rezim Bashar Al Assad yang mengundurkan diri, Burhan Ghalioun, mengakui bahwa telah terjadi perpecahan ditubuh Dewan Nasional Suriah.

“Kami tidak menjangkau pengorbanan rakyat Suriah. Kami tidak menjawab dengan cukup baik dan cepat tuntutan revolusi,” kata Ghalioun kepada AFP, sebagaimana dikutip Al Arabiya (24/5/2012)

Ghalioun menambahkan, perpecahan dalam tubuh Dewan Nasional Suriah terjadi antara kelompok Islam dan sekuler.

Akademisi yang tinggal dan bekerja di Paris itu mengaku “tidak ingin menjadi bagian dari perpecahan,” maka dari itu dirinya memilih untuk mengundurkan diri.

Perbedaan pendapat antara kelompok Islam dan sekuler membuat kerja Dewan Nasional Suriah melambat, terlebih karena perkumpulan penentang rezim Al Assad itu dijalankan secara konsensual.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Komposisi perkumpuan itu, kata Ghalioun, merupakan koalisi, di mana segelintir partai atau kelompok politik memonopoli keputusan dan tidak memberikan kesempatan kepada anggota kelompok yang lain untuk ambil bagian dalam proses pembuatan keputusan, sehingga menimbulkan kelambanan.

“Kami lambat, revolusi berlari 100 kilometer per jam, sementara kami berlari 100 meter per jam. Mungkin karena kami terhalang dengan aturan konsensus ini,” paparnya.

Pengunduran diri Ghalioun sebagai pimpinan Dewan Nasional Suriah diumumkan secara resmi lewat pernyataan yang dikeluarkan usai pertemuan dua hari kelompok itu di Istanbul, Turki, Kamis (24/5/2012).

Ghalioun, seorang sosiolog sekuler yang didukung oleh kelompok Al Ikhwan Al Muslimun Suriah, mengumumkan pengunduran dirinya pada 17 Mei lalu, setelah para aktivis oposisi di lapangan menuduhnya memonopoli pembuatan keputusan.

Komite Koordinasi Lokal , jaringan aktivis oposisi Suriah di lapangan yang pekan lalu mengabarkan adanya perpecahan di tubuh oposisi, hari Kamis mengancam akan menarik diri dari Dewan Nasional Suriah terkait adanya “monopolisasi” kekuasaan.

Menurut para aktivis, telah terjadi perbedaan visi antara Dewan Nasional Suriah dengan para revolusioner, marjinalisasi atas sebagian besar perwakilan dari Komite Koordinasi Lokal, dan monopolisasi pembuatan keputusan yang dikuasai oleh para anggota dewan pengurusnya.

Dewan Nasional Suriah dikritik terutama karena tidak berkoordinasi dengan para aktivis di lapangan, dan karena kuatnya pengaruh perwakilan Al Ikhwan Al Muslimun Suriah yang ada didalamnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MIUMI Minta Umat Islam Juga Diberi Izin Kebebasan Berekspresi
Tulisan selanjutnya AFKN Kirim Bantuan Dakwah ke Pedalaman Papua

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?