Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Karzai Akui Terima Kiriman Uang Rutin dari Amerika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 April 2013 20:15 8:15 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 April 2013 20:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Afghanistan mengakui bahwa kantornya menerima kiriman uang rahasia dari Amerika Serikat, namun mengatakan bahwa jumlahnya sedikit dan digunakan secara sah.

Hal itu diakui Hamid Karzai sebagai tanggapan atas pemberitaan New York Times yang mengatakan bahwa intelijen AS, CIA, mengirimkan kopor-kopor berisi uang tunai ke kantor kepresidenan Afghanistan secara rutin, lansir BBC Senin (29/4/2013).

NY Times mengatakan, puluhan juta dolar “secara rahasia” dan dalam bentuk tunai diberikan dalam jumlah besar dibanding perkiraan sebelumnya.

Presiden Karzai mengatakan, uang tersebut dipakai untuk membiayai berbagai macam proyek, seperti perawatan orang sakit.

“(Uang) itu digunaan untuk berbagai macam keperluan, operasional, membantu orang yang terluka, biaya sewa dan lain sebagainya. Ini merupakan bantuan yang efisien dan kami menghargainya,” kata Karzai dalam pernyataannya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Karzai menambahkan, uang itu dikirim ke Dewan Keamanan Nasional Afghanistan, yang menjadi bagian dari kantor kepresidenan selama 10 tahun terakhir ini.

NY Times melaporkan, “Buntalan uang dolar Amerika dimasukkan ke dalam kopor-kopor, tas punggung, dan bahkan terkadang tas belanja dari plastik, yang dikirim setiap bulan ke kantor kepresidenan Afghanistan.”

Laporan NY Times itu mengutip pernyataan Khalil Roman, bekas kepala staf Karzai dari tahun 2002-2005, yang menyebutnya sebagai “uang siluman”.

“Datangnya secara rahasia dan perginya juga rahasia,” kata Roman.

Laporan itu juga mengutip hasil pemeriksaan pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya, yang mengatakan bahwa tidak ada bukti kalau uang itu digunakan untuk membeli pengaruh yang diinginkan oleh CIA. Uang tunai tersebut juga tidak diberikan berdasarkan ketentuan resmi pemberian bantuan AS.

NY Times menuding sebagian besar uang tersebut justru menjadi bahan korupsi dan untuk membayar biang-biang perang dan politisi yang tidak jelas koneksinya.

CIA maupun Departemen Luar Negeri AS menolak memberikan komentar atas laporan NY Times itu.

Pada tahun 2010, Presiden Karzai mengaku kantornya mendapatkan uang tunai dari Iran, tapi bantuan itu disalurkan secara transparan. Dia bilang uang itu tidak dipakai untuk kepentingan pribadi-pribadi tertentu, melainkan untuk biaya operasional kantornya.

Meskipun mendapat banyak kucuran dana dari luar negeri, Afghanistan masih tetap terpuruk menjadi salah satu negara termiskin di dunia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lagi, Ratusan Mahasiswa Al-Azhar Keracunan Makanan
Tulisan selanjutnya Regulasi, SDM, dan Minimnya Anggaran Jadi Hambatan LSF

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?