Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mayoritas Kristen Pilih Ahmad Syafiq daripada Calon Ikhwan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Juni 2012 06:26
Bagikan
Tentara dinilai dengan licik mempertahankan kekuasaan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kalangan Kristen Mesir termasuk kalangan yang paling gembira ketika parlemen dibubarkan pihak Mahkamah. “Ketika pekan lalu, parlemen dibubarkan, jemaat di gereja saya datang dengan bersorak-bersorak,”demikian kisah rohaniwan Belanda, Jos Strengholt di Kairo. Ketakutan akan Al Ikhwan al Muslimun  sudah merasuk di kalangan kristen Mesir. Namun menurut Strengholt,  militer masih tetap memegang kendali.

Di sebuah ruangan dengan beberapa meja duduk tiga gadis berusia 14 dan 15 tahun. Mereka asyik bercengkrama. Di barisan belakang ada dua anak laki-laki. Ketika rekannya asal Mesir Emad mempersiapkan gitar dan kertas-kertas, Jos Strengholt bersiap dengan membolak balikkan halaman kitab suci. Seorang anak laki-laki ragu-ragu melihat mereka. “Ayo sini siapa yang mau berdoa,” ujarnya dikutip RNW.

Keterikatan kelompok

Strengholt sudah tinggal dan bekerja sebagai pastur selama 20 tahun di Mesir. Ia sebelumnya adalah seorang jurnalis sekaligus produser televisi. Di usianya yang ke-50 Strengholt mengamblil keputusan drastis, yaitu menjadi pastur gereja Anglikan. Gereja yang dipimpinnya itu berada di luar Kairo dan sejak tahun 2011 gerejanya berkembang menjadi rumah bagi para ekspat dan kelompok kristen koptik yang terancam.

“Ada banyak orang yang berasal dari gereja ortodoks, namun mereka mengincar gereja lainnya,” kata Strengholt. Kadang mereka kembali karena merindukan asal mereka.  Strengholt menggelar liturgi ortodoks. Tak jarang pula ia mengkombinasikan liturgi modern yang digelar di sebuah kafetaria.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ia berharap kawula muda dapat mengakar di sana. Dan itu tampaknya berhasil.  “Saya tadinya anggota jemaat gereja lain, di dekat rumah,” kata salah seorang gadis. Namun saya sekarang ke sini, karena di sini ada kawan-kawan dan keluarga yang lain. Ketika parlemen dengan mayoritas Islam tersebut pekan lalu, dibubarkan, anak-anak muda itu datang dengan riang masuk ke gereja.

Strengholt memahami perasaan mereka. Ia melihat warga Kristiani Mesir tahun belakangan bertambah takut. “Parlemen baru terbentuk, Ikhwanul Muslimin  tiba-tiba berkuasa di media, dan juga di jalanan. Jumlah pria berjengggot meningkat pesat. Di metro ada perempuan berkhotbah, semua orang harus mengenakan jilbab. Ini mengancam.”

Ia tahu, “mayoritas umat Kristiani Mesir” memilih Ahmed Shafiq pada pilpres kemarin. “Tapi karena sekarang ia tampaknya bakal kalah, suasananya sangat mencekam. Teman-teman sekelas dari teman-teman saya sudah siap hengkang. Kalau calon dari Ikhwan memang menang, dalam waktu beberapa hari mereka sudah di Amerika.”

Tapi Strenghold malah tidak melihat adanya perubahan drastis sejak rezim lama jatuh.

“Saya tidak pernah percaya bahwa tentara akan menyerahkan kekuasaan. Sejak awal tentara mempunyai pandangan sendiri.” Dan anggota parlemen ternyata bertele-tele. “Mereka hanya berbicara soal syariah dan hal-hal kecil, ketimbang berusaha membangun kembali negara yang sudah berada di atas jurang.”

Mirip Ratu Beatrix

Strengholt menilai, pemilihan presiden secara umum berlangsung jurdil. “Tapi presiden baru tidak bakal berdaya.” Tentara sudah mengeluarkan aturan untuk mengurangi wewenang presiden. “Tampaknya presiden tidak akan banyak kekuasaannya mengenai anggaran dan perundang-undangan. Peranan presiden akan seperti Ratu Beatrix (Ratu Belanda,red), yakni memotong pita saja (melakukan presmian,red).”

Memang turut campurnya tentara banyak menyulut kritikan. Tapi sebenarnya, tambah Strengholt, pemimpin tentara sekarang melakukan hal yang sama seperti pada saat revolusi baru berkobar dulu.

”Satu setengah tahun belakangan, menurut Strengholt, dengan licik tentara mempertahankan kekuasaan. Mereka sembunyikan kartu truf yang pada suatu saat akan mereka keluarkan.

Strengholt menambahkan, umat Kristiani Mesir, yang khawatir kalau Ikhwanul berkuasa, belum tahu yang sebenarnya terjadi nanti.

“Kalau teman-teman saya umat Kristiani menenangkan diri dan merenungkan kondisi yang ada, maka saya kira, mereka akan menyadari, kelompok Islamis kembali terpukul oleh tentara. Tapi bagaimana selanjutnya, tidak ada yang tahu.”

Pengumuman presiden akan segera diumumkan hari ini. Tentara, Amerika dan pihak-pihak asing bisa saja melanggengkan kekuasaan atau menganulir suara kalangan Islam yang kini telah populer di mata masyarakat. Jika itu terjadi, rakyat bisa tetap memilih parlemen jalanan sebagai jalurnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jelang Ramadhan, DMI Jakarta Servis 1000 Pengeras Suara Masjid
Tulisan selanjutnya Ban Ki Moon Minta Turki-Suriah Tahan Diri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Berita
5 Juni 2026 12:20
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?