Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tunisia Pilih Politisi Ennahda Sebagai Perdana Menteri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 November 2019 19:59 7:59 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 November 2019 19:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Partai Islam moderat Tunisia Ennahda memilih Habib Jemli sebagai unggulannya untuk menjadi perdana menteri.

Jemli, 60, pernah menjabat menteri muda bidang pertanian.

Dilansir BBC dari Reuters (14/11/2019), Presiden Kais Saied –pensiunan dosen yang secara mengejutkan menang telak pemilihan presiden 13 Oktober– diperkirakan secara formal akan meminta Jemli untuk membentuk pemerintahan pada hari Jumat

Ennahda meskipun mayoritas hanya menguasai seperempat kursi di parlemen, sehingga tugas pertama Saied harus membuat sebuah pemerintahan koalisi.

Aljazeera hari Jumat (15/11/2019) melaporkan bahwa Presiden Kais Saied telah menugaskan Jemli untuk membentuk pemerintahan setelah Ennahda mengajukannya sebagai perdana menteri.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menyusul pengumuman hari Jumat itu, dalam rekaman video yang diunggah di laman Facebook, Jemli mengatakan anggota kabinet akan dipilih “berdasarkan kompetensi dan integritasnya, tidak peduli apa afiliasi politik mereka.”

Jemli, yang menyebut dirinya sendiri independen, menjabat sebagai menteri muda ketika pertama kali Ennahda menguasai pemerintahan usai dilengserkannya Ben Ali dari kursi kepresidenan.

Dia memiliki waktu 2 bulan untuk membentuk kabinet koalisi. Apabila gagal, maka Presiden akan mencari perdana menteri yang lain.

Pemerintahan baru Tunisia ini harus mendapat dukungan sedikitnya dua partai lain guna mengamankan setidaknya 109 kursi di parlemen guna memastikan kebijakan-kebijakan yang akan dibuat pemerintah mendapat dukungan para wakil rakyat.

Tunisia merupakan negara di kawasan Timur Tengah yang memicu apa yang dinamakan gelombang Arab Spring pada 2011 dengan revolusinya menumbangkan pemerintahan otoriter mendiang Zine Abidine Ben Ali, dan satu-satunya negara yang tidak terjebak perang saudara akibat perubahan dan perebutan kekuasaan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ennahdatunisia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dua Warga Jerman Ditahan di Hong Kong di Tengah Unjuk Rasa
Tulisan selanjutnya Jusuf Kalla: PII Harus Lebih Besar dari Keluarga Besarnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Berita
20 Juli 2026 11:05
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?