Hidayatullah.com–Majalah Times Amerika menganggap bahwa Presiden baru Mesir, Dr. Muhammad Mursy mungkin telah mengemban salah satu tugas yang sangat berat di dunia. Hal ini merujuk pada sejumlah tantangan yang dihadapi Mursy.
“Mursy harus dapat memulihkan stabilitas politik yang terguncang akibat kekacauan politik negara, dan juga harus mendapatkan kembali kendali atas revolusi Mesir. Ia juga harus dapat meyakinkan orang-orang yang masih ragu, baik di dalam negeri maupun di luar, bahwa politik Islam dapat mengatur negara Arab terbesar, dengan toleransi dan pragmatisme,” tulisnya.
Majalah itu juga menjelaskan bahwa nasib Mursy di mata masyarakat tergantung pada kemampuannya dalam memulihkan perekonomian Mesir yang telah tertatih-tatih. Data menyebutkan bahwa perekonimian Mesir menjadi lebih buruk dalam beberapa bulan terakhir ini, di mana terdapat menurunan pertumbuhan dari 5,1% pada tahun 2009, menjadi 1,8% tahun 2012 ini. Selain itu, jumlah pengangguran juga semakin meningkat dan investasi juga mengalami penurunan.
Ketakutan yang lebih mengirakan adalah jika kekuatan keuangan negara runtuh di mana turunnya cadangan devisa negara. Hal ini dapat memaksa pemerintah untuk berhutang guna menutupi kebutuhan negara.
Menurut Times, kekhawatiran ini dapat dihilangkan jika Mesir mampu menjauhkan diri dari krisis tersebut. Demikian dilansir Islammemo.*




