Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pria Iran Mengaku Merencanakan Pembunuhan Dubes Saudi

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Oktober 2012 09:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Warga Amerika asal Iran Manssor Arbabsiar hari Rabu (17/10/2012) mengaku bersalah bersama-sama pihak militer Iran merencanakan pembunuhan atas duta besar Saudi untuk Amerika Serikat, lansir Al Arabiya.

Muncul di pengadilan federal di New York tempat di mana ia disidang sejak Januari kemarin, warga AS asal Iran itu mengaku bersalah di depan hakim. Atas pengakuannya, Arbabsiar terancam hukuman 25 tahun penjara yang akan ditetapkan pada 23 Januari mendatang.

Hakim John Keenan bertanya kepada Arbabsiar, “Apakah benar pada sekitar musim semi 2011 sampai musim gugur 2011 Anda dan teman konspirator Anda …yang merupakan anggota militer Iran, sepakat untuk melakukan pembunuhan atas duta besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat?”

“Ya,” jawab Arbabsiar, mengakui tiga dakwaan yang dikenai atasnya.

Arbabsiar ditangkap di Bandara Internasional John F Kennedy New York pada September 2011. Dia dituduh merencanakan pembunuhan bersama dengan Gholam Shakuri, seorang anggota senior pasukan elit Quds dari Garda Revolusi Iran, yang kini masih buron.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Arbabsiar menjelaskan, pertama mereka berusaha menyewa seorang penyalur narkoba asal Meksiko dengan bayaran USD 1,5 juta. Namun kemudian rencana berubah, yaitu akan membunuh dubes Saudi tersebut lewat ledakan di restoran langganannya di Washington.

Arbabsiar lalu membayar orang itu USD100.000 sebagai uang muka agar bisa terhubungan dengan AS. Keduanya tidak tahu bahwa orang itu sebenarnya bekerja untuk pemerintah AS.

“Di Meksiko kami menyewa seorang yang dipanggil ‘Junior’ yang ternyata agen FBI,” kata Arbabsiar.

Namun Drug Enforcement Administration (DEA), lembaga AS yang mengurus masalah kejahatan narkoba, mengatakan Junior sebenarnya informan mereka dan bukan orang FBI.

Arbabsiar, mantan sales mobil di Texas, terlihat gugup saat menjawab pertanyaan selama sidang.

Saat ditanya berapa usianya dia terlihat bingung. “58, saya kira.”

Ketika ditekan hakim untuk menegaskan pengakuannya atas rencana pembunuhan diplomat Saudi itu dia berkata, “Tidak. Ya,ya.”

Sepanjang sidang Arbabsiar menampakkan raut wajah berganti-ganti. Kadang ia kelihatan khawatir, kadang dia memandang sekeliling sambil tersenyum, termasuk kepada para agen AS dan jaksa penuntut.

Iran berulang kali membantah keterlibatan personel pasukan khusus Quds dari Garda Revolusi Iran dalam rencana pembunuhan pejabat utusan Arab Saudi untuk Washington itu.

Pada bulan Nopember tahun lalu, Majelis Umum PBB mendesak Iran agar bekerjasama dengan pihak berwenang AS dalam penyelidikan kasus tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerikairanold migratepembunuhanSaudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Konsep Kurban dalam Islam
Tulisan selanjutnya Ingin Terus Beruntung? Kuatkan Akidah, Perkokoh Ukhuwah!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?