Hidayatullah.com– Seorang petugas sekuriti Kedubes Inggris di Berlin mengaku bersalah memberikan materi rahasia kepada atase militer Rusia.
David Smith, 58, terancam hukuman penjara maksimal 14 tahun setelah mengaku memberikan informasi tentang staf dan denah Kedutaan Besar Inggris berikut informasi rahasia lainnya antara Mei 2020 dan Agustus 2021.
Petugas sekuriti itu diringkus dalam operasi penangkapan dan diekstradisi kembali ke Inggris dari Jerman pada bulan April untuk diadili di Old Bailey, pengadilan pidana pusat untuk wilayah England dan Wales, dengan undang-undang Official Secrets Act.
Sepekan lalu dia menyatakan dirinya tidak bersalah dalam delapan dakwaan, tetapi baru dapat dikabarkan sekarang setelah dakwaan kesembilan dibatalkan oleh jaksa penuntut, lansir The Guardian Jumat (11/11/2022).
Investigasi bersama aparat keamanan Jerman dan Inggris menyimpulkan Smith sudah menjual informasi ke Rusia sejak musim semi 2020 setelah agen-agen MI5 dan kolega-kolega Eropanya menginterogasinya selama berbulan-bulan.
Menurut dakwaan, Smith membagikan informasi rahasia kepada Mayjen Sergey Chukhurov, atase militer Rusia, perihal identitas, alamat dan nomor telepon sejumlah pegawai sipil Kedutaan Inggris antara Oktober dan Desember 2020.
Hasil penggerebekan tempat tinggal Smith di Berlin menunjukkan bahwa dia memfoto kartu milik petugas sekuriti, bagan organisasi, poster dan tulisan-tulisan yang tertera di papan kedutaan. Dia juga menyimpan denah bangunan kedutaan yang dibuatnya dengan merekam video tata letak ruangan saat menyusuri lorong-lorongnya.
Petugas juga menemukan email dan dokumen bertuliskan “secret” – yang sepertinya siap untuk diserahkan kepada kontaknya orang Rusia – dan uang tunai €800 yang tidak diketahui asal-usulnya. Polisi mengatakan Smith hidup dengan gaya yang melebihi dari kemampuan gajinya.
Smith, berasal dari Paisley, Renfrewshire, sudah dipekerjakan di Kedubes Inggris di Berlin sebagai petugas sekuriti selama sekitar 8 tahun. Menurut jaksa, pada suatu titik dia kecewa dengan Barat dan menjadi pendukung Rusia.
Di flatnya di Potsdam, tepat di luar Berlin, polisi menemukan bendera Rusia di sudut ruang tamu, lambang angkatan laut Rusia di dinding dan topi militer Soviet berlogo palu arit.
Petugas juga menemukan draf surat yang ditujukan kepada Kolonel Sivov, mantan atase militer Rusia, tertanggal 14 Mei 2020, di mana Smith mengatakan dia bekerja di kedutaan dan ingin tetap identitasnya disembunyikan.
Smith kemudian menawarkan untuk memberikan sebuah buku dari bagian pertahanan kedutaan bertanda “official sensitive”, yang dikatakan kepada orang Rusia itu mungkin dia “bisa memanfaatkannya”.
Pengacara Smith mengatakan jaksa bersikap melebih-lebihkan motivasi kliennya. Matthew Ryder KC bersikukuh mengatakan tindakan kliennya semata adalah tindakan emosional dari seorang karyawan yang merasa tidak puas, bukan mata-mata. Kliennya tidak memiliki maksud negatif terhadap Inggris.
Namun, jaksa berargumen bahwa Smith – jika sekedar marah dan kesal – bisa saja memberikan informasi yang lain. Jaksa menuding Smith ingin sengaja merusak Kedubes Inggris dan negara Inggris.
Uji fakta di pengadilan untuk menentukan lamanya hukuman Smith diperkirakan berlangsung pada Februari tahun depan. Smith akan ditahan sampai persidangan selesai.*