Hidayatullah.com—Koran paling laris di Israel hari Senin melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengirim seorang “utusan pribadi” guna melakukan serangkaian pertemuan rahasia dengan para pejabat Iran beberapa bulan terkahir ini.
Times of Israeli mengutip koran Yedioth Ahronoth menulis bahwa utusan pribadi itu adalah penasehat khusus Obama yang bernama Valerie Jarrett, lansir Al Arabiya, Selasa (6/11/2012).
Koran Zionis tersebut menyebut Jarrett, wanita berusia 55 tahun, sebagai tokoh kunci dalam kontak-kontak rahasia antara Gedung Putih dengan rezim Syiah di Teheran.
Menurut sumber-sumber Israel yang tidak disebutkan namanya yang dikutip Yedioth Ahronoth, pembicaraan itu langsung dilakukan oleh Jarrett dengan wakil pribadi pemimpin spiritual tertinggi Syiah Iran Ayatullah Ali Khameini.
Sumber itu menduga, pembicaraan rahasia antara wakil dari Washington dan Teheran itu dilakukan di kerajaan Bahrain.
Bahrain adalah negara kecil di kawasan Teluk tempat di mana pangkalan militer AS berada dan merupakan negara dengan populasi Syiah cukup besar, yang kini masih terus melakukan unjuk rasa menentang penguasa Muslim (Sunni) sejak gelombang Arab Spring melanda Timur Tengah. Sementera Iran adalah negara dengan populasi Yahudi terbesar di luar Israel.
Koran Zionis lainnya, Maariv, melaporkan pekan lalu bahwa Obama sudah memulai proses yang tujuan utamanya untuk membangun kembali hubungan diplomatik dengan Iran, termasuk pembukaan kedutaan, setelah Obama kembali terpilih sebagai presiden AS untuk periode kedua.
Menurut Maariv tindakan itu dilakukan untuk menghentikan program nuklir Iran.*