Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Apple dan Google hapus Palestina dari Peta?

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 18 Juli 2020 15:44 3:44 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 18 Juli 2020 15:40
Bagikan
Bagaimana Israel dan Palestina muncul di Apple Maps (kiri) dan Google Maps. (Apple/Google)
Bagikan

Hidayatullah.com–Apple dan Google diduga dengan sengaja menghapus Palestina dari peta online mereka, pada kenyataannya, peta daerah Palestina tidak pernah diberi label sejak awal.

Pencarian untuk Palestina di Apple Maps dan Google Maps menunjukkan garis besar untuk wilayah Jalur Gaza dan Tepi Barat, tetapi tidak ada label untuk Palestina.

Klaim bahwa itu dihapus tampaknya berasal dari posting Instagram yang viral oleh seorang pengguna bernama “Astagfirvlah” pada hari Rabu (15/07/2020), yang menuduh raksasa teknologi tersebut “secara resmi mengeluarkan” Palestina dari peta mereka, Independent melaporkan.

Pembaruan sejak itu telah ditambahkan ke posting, yang menyatakan bahwa unggahan tersebut berisi “informasi palsu”. Namun artikel berita dan posting di platform media sosial lainnya tentang hal ini terlanjur berkembang. Pendukung internet yang mendukung Palestina menyayangkan dukungan perusahaan teknologi itu terhadap penjajahan ‘Israel’.

Palestina diakui oleh PBB dan 136 anggotanya sebagai negara merdeka, tetapi tidak di AS tempat Apple dan Google berkantor pusat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Google tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang masalah tersebut tetapi bagian dari situs webnya yang didedikasikan untuk menginformasikan batas-batas yang disengketakan menyatakan: “Batas yang disengketakan ditampilkan sebagai garis abu-abu putus-putus. Tempat-tempat yang terlibat dalam persengketaan terhadap batas-batas mereka. ”

‘Israel’ merampook dan menjajah Tepi Barat, Jalur Gaza dan Dataran Tinggi Golan selama perang 1967. ‘Israel’ menegaskan bahwa mereka tidak lagi menduduki Gaza setelah membongkar permukiman pada tahun 2005. Namun, karena mempertahankan kontrol yang signifikan atas wilayah udara dan perbatasan wilayah pesisir, Gaza masih diklasifikasikan sebagai tanah dalam pendudukan oleh PBB.

Kelompok pemantau mengatakan ada lebih dari 130 permukiman ilegal ‘Israel’ di Tepi Barat, meskipun dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Ini bukan pertama kalinya Google dituduh menghapus nama Palestina dari layanan peta populernya.

Pada tahun 2016, sebuah petisi Change.org diadakan dengan mengangkat isu bahwa semua yang menyebut Palestina “telah dihapus atas desakan pemerintah ‘Israel’,” menambahkan bahwa “dua pendiri Google memiliki hubungan dekat dengan ‘Israel’ dan para pemimpinnya.”

Petisi ‘Google: Letakkan Palestina di Peta Anda!’ Tetap aktif dan hingga saat ini telah menerima lebih dari 800.000 tanda tangan.

Bulan lalu, perdana menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu mendeklarasikan untuk mulai mencaplok bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki, mendorong lebih dari 1.000 anggota parlemen dari seluruh Eropa untuk menandatangani surat protes bersama.

Surat itu menyatakan: “Kegagalan untuk merespons secara memadai akan mendorong negara-negara lain dengan klaim teritorial untuk mengabaikan prinsip-prinsip dasar hukum internasional.”

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan pencaplokan “akan menjadi faktor utama untuk membuat wilayah itu tidak stabil” dan meminta ‘Israel’ untuk mendengarkan kutukan dan kecaman dunia Internasional atas rencananya.

Meski rencana pencaplokan formal ‘Israel’, yang didukung AS, belum berlangsung, sejatinya pencaplokan de facto ‘Israel’ atas Palestina terus berlangsung. Sistem apartheid ‘Israel’ telah menyebabkan ribuan orang Palestina terusir dari tanahnya, dan sebagian yang bertahan terus melawan upaya perusakan, penggusuran, dan perampokan atas lahan dan property mereka oleh pemukim ilegal dan pemerintah ‘Israel’.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ApplegoogleGoogle Mapspalestinapeta Palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya afirmasi guru honorer Pemantau Pendidikan: Mendikbud Kelihatan Galau, Jangan Segan Minta Bantuan
Tulisan selanjutnya Laporan Penyelidikan: Kerusuhan Februari di Delhi Direncanakan dengan Baik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
BeritaIptekes

Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Berita Iptekes
27 Agustus 2026 23:34
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?