Hidayatullah.com—Pemerintah Inggris telah setuju untuk membayar 2,2 juta pound kepada seorang disiden Libya dan keluarganya, yang mengatakan bahwa M16 terlibat dalam rendisi ilegal atas diri mereka.
Sami al-Saadi dan keluarganya mengatakan, mereka diambil dan dikirim paksa kembali ke negara asalnya untuk diserahkan kepada rezim Muammar Qadhafi di Libya pada tahun 2004.
Pengacara keluarga itu mengatakan, janji ganti rugi yang disepakati pemerintah London mengakhiri perjuangan hukum keluarga Libya itu, yang mengatakan bahwa intelijen Inggris M16 terlibat dalam penculikan mereka.
Inggris masih menghadapi tuntutan terkait kasus rendisi atas seorang Libya lainnya.
Al-Saadi merupakan penentang Qadhafi yang terkemuka. Dia dipaksa naik pesawat di Hong Kong bersama istri dan empat anaknya, dalam operasi rendisi gabungan Amerika Serikat-Inggris-Libya. Keluarga itu lantas diterbangkan ke Libya, di mana al-Saadi mengaku dikurung dan disiksa oleh rezim Qadhafi.
Sejauh ini belum ada komentar dari kantor Kementarian Luar Negeri Inggris mengenai hal itu, lapor BBC (13/12/2012).
Sapna Malik, pengacara yang mendampingi keluarga al-Saadi mengatakan, trauma keluarga itu selama dalam masa penculikan akan terus terasa.
“Bahkan pemerintah Inggris sampai sekarang tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana, ‘Apakah Anda terlibat dalam penculikan saya, istri saya dan anak-anak saya?’” kata al-Saadi.*