Hidayatullah.com—Kemiskinan tidak hanya mengguncang negara-negara Eropa seperti Yunani, Spanyol dan Portugal, tetapi juga negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di zona Eropa, lapor Euronews.
Perdana Menteri Prancis Jean-Marc Ayrault yang beraliran sosialis, hari Selasa (11/12/2012) menjanjikan bahwa Paris akan mengalokasikan dua setengah juta euro untuk program lima tahun pengentasan kemiskinan.
Program itu ditujukan bagi lebih dari 8 juta warga Prancis yang memiliki pendapatan kurang dari 60% rata-rata gaji di Prancis. Sedikitnya, 14 persen penduduk Prancis memenuhi kategori itu, dan di sejumlah daerah jumlahnya bahkan lebih tinggi.
Batas resmi garis kemiskinan di Prancis adalah 964 euro perbulan perorang. Dan Prancis merupakan negara terkaya kedua di zona Eropa setelah Jerman.
Prancis akan menaikkan subsidi minimum untuk pengangguran hingga setara dengan separuh upah minimum 1.100 euro.
Akses layanan kesehatan gratis akan diperluas bagi setengah juta orang lagi, menambah jumlah sekarang yang mencakup sekitar 4,5 juta jiwa.
Ribuan tempat singgah bagi orang yang tidak memiliki tempat tinggal dan sistem peringatan hutang keluarga akan dibangun.
Italia, negara paling kaya ketiga di zona Eropa yang kini sedang dilanda krisis anggaran, sekarang sedang membuat peta yang menunjukkan tempat-tempat di mana orang-orang miskin bisa mendapatkan makanan dan penginapan gratis di Roma.
Biro statistik Italia dalam laporan terbarunya menemukan bahwa lebih dari 28 persen warga Italia nyaris menyentuh garis kemiskinan atau berada di bawah garis kemiskinan pada tahun 2011. Rata-rata pendapatan perbulan orang yang dianggap miskin di Italia adalah 700 euro ke bawah.
Kritikus menilai perdana menteri yang akan berakhir masa tugasnya, Mario Monti, salah dalam mengelola kebijakan pengetatan anggaran. Dengan pertumbuhan 2,3 persen pengangguran di Italia mencapai 11 persen dan tingkat konsumsi keluarga menurun lebih dari tiga persen sejak masa pemerintahan Silvio Berlusconi.
Kenaikan angka kemiskinan di Eropa bahkan menyentuh negara paling makmur, Jerman, yang sekarang terpaksa ikut-ikutan menerapkan kebijakan pengetatan anggaran.
Statistik nasional Jerman menunjukkan hampir 16 persen warga Jerman tahun 2011 hidup di bawah garis kemiskinan, yaitu dengan penghasilan 60% dari gaji rata-rata, atau 940 euro perbulan.*