Hidayatullah.com—Wakil menteri pertahanan Amerika Serikat untuk urusan intelijen, Michael G. Vickers, melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Libya Ali Zeidan di Tripoli Senin malam lalu. Vickers dalam kunjungan singkatnya ke Libya itu didampingi oleh charge d’affaires AS yang baru William Roebuck, lapor Libya Herald (8/1/2013).
Dalam pembicaraan mereka, Zeidan mengatakan bahwa Libya ingin mempererat hubungannya dengan Amerika Serikat, tulis website milik pemerintah Tripoli. Zeidan menyampaikan penghargaannya untuk duta besar AS yang tewas akibat serangan beberapa waktu lalu, Chris Stevens, dan untuk bantuan AS selama revolusi menggulingkan Muammar Qadhafi. Zeidan mengatakan, Libya sekarang berharap bisa bekerjasama dengan AS dalam bidang militer, terutama dalam meodernisasi pasukan keamanannya.
Perdana meneri Libya itu juga mencatat bantuan-bantuan AS dibidang lainnya, seperti di bidang ekonomi, perdagangan, pendidikan teknik dan pelatihan untuk masyarakat serta pembangunan demokrasi.
Dia mengatakan bahwa Libya mengharapkan Washington mendukung terwujudnya perdamaian di Timur Tengah.
Pejabat menteri luar negeri sekaligus menteri kerjasama internasional, Muhammad Abdulaziz, mengatakan bahwa Libya meminta bantuan Amerika Serikat untuk melacak keberadaan uang yang dikuasai rezim Qadhafi dulu. Disamping itu Libya ingin memiliki teknologi perlindungan perbatasan buatan AS.*