Hidayatullah.com–Dalam kurun waktu lima hari terakhir, lebih dari 80 juta dinar Kuwait ditarik dari mesin-mesian ATM, demikian menurut laporan statistik yang dirilis hari Senin (27/02/2012).
Pembelanjaan dengan menggunakan kartu kredit di toko-toko ritel mencapai lebih dari KD70 juta. Dengan demikian, lebih dari KD150 juta dihabiskan oleh orang Kuwait dalam masa liburan nasional selama lima hari baru-baru ini.
Biaya liburan kemungkinan jauh lebih tinggi bagi mereka yang memilih untuk pergi ke luar negeri. Namun, kebanyakan keluarga Kuwait lebih memilih liburan di negeri sendiri.
“Kami menghabiskan libur nasional di Kuwait di perkemahan gurun di daerah Arifjan. Kami menyewa tempat siap pakai KD500 untuk lima hari. Itu sudah termasuk lima tenda lengkap, sebuah dapur dan kamar mandi. Di sana juga terdapat lapangan sepakbola dan volley, selain permainan-permainan di luar ruangan,” kata Manal, seorang ibu berusia 42 tahun kepada Kuwait Times.
Keluarga Manal terdiri dari enam orang, ditambah dua pembantu rumah tangga. Dalam liburan itu, mereka juga mengajak sepupu-sepupunya untuk liburan bersama di perkemahan tersebut.
“Kami menghabiskan KD200 untuk makanan yang kami beli, ditambah sekitar KD100 untuk pesanan dari kafe atau restoran terdekat. Selain itu, kami mengeluarkan biaya untuk bensin dan permainan ATV anak-anak. Saya kira, kami akan menghabiskan jumlah uang yang sama jika kami bepergian. Saya pribadi lebih memilih menyewa vila daripada kemah di gurun,” imbuhnya.
Menurut agen-agen perjalanan, kebanyakan tiket telah habis terjual jauh sebelum masa liburan tiba.
“Reservasi untuk sejumlah tujuan wisata mencapai 100 persen. Saya ingin ke Abu Dhabi untuk mengunjungi saudara perempuan saya, tapi kehabisan tiket. Begitu juga untuk ke Ras Al-Khaima. Agen perjalanan mengatakan bahwa saya harus memesan tiket sedikitnya 10 hari dimuka. Karena saya tetap di sini, akhirnya saya pergi ke pameran dan pergi berbelanja, sebab saya menerima gaji sebelum masa liburan tiba,” kata Ibtisam, 35 tahun.
Namun, ternyata ada juga warga Kuwait yang tidak pusing untuk mengisi liburan dengan biaya besar.
“Saya menghabiskan sekitar KD100 untuk belanja dan makan malam di sebuah mall. Saya sudah bepergian satu pekan sebelumnya. Jadi tidak ada rencana untuk pergi saat liburan ini, terlebih karena saya tahu harga tiket sangat mahal selama masa itu. Jadi saya hanya menghabiskan waktu dengan teman-teman ke mall dan berbelanja,” kata Sarah, perempuan muda usia 25 tahun.
Satu dinar Kuwait jika diuangkan ke dalam rupiah kurang lebih Rp30 ribu. Berarti, Sarah menghabiskan uang sekitar 3 juta rupiah hanya untuk belanja dan makan-makan di sebuah pusat perbelanjaan bersama temannya.*