Hidayatullah.com—Mereka yang ingin melihat bukti otentik tentang pembubaran negara Uni Soviet (USSR) hanya bisa membaca salinannya saja, sebab dokumen aslinya dinyatakan hilang.
Dilansir Russia Today Jumat (8/2/2013), dokumen bersejarah itu hilang di Belarusia. Seorang mantan pemimpin Belarusia yakin dokumen asli pembubaran Uni Soviet disembunyikan oleh pejabat tertentu untuk mengambil keuntungan dari dokumen penting tersebut.
Dokumen yang dikenal dengan Belavezha Accords itu ditandatangani pada 8 Desember 1991 oleh pemimpin negara yang bergabung di bawah bendera Uni Soviet yaitu Rusia, Belarusia dan Ukraina. Selain menyatakan Uni Soviet “dihentikan eksistensinya”, dokumen tersebut juga menyebutkan tentang pembentukan negara persemakmuran Commonwealth of Independent States (CIS).
Dokumen Belavezha Accords dikabarkan dibuatkan tiga salinan yang sama masing-masing untuk Belarusia, Rusia dan Ukraina.
Namun, berdasarkan laporan hasil penyelidikan oleh koran Komsomolskaya Pravda (KP) diketahui bahwa masing-masing para pemimpin ketiga negara itu hanya menyimpan salinan dokumen saja, sedangkan dokumen asli yang berbahasa Rusia hilang dari arsip kantor Kementerian Luar Negeri Belarusia.
Upaya untuk menemukan dokumen asli itu sudah dilakukan berulang kali sejak tahun 1990-an. Namun, tidak ada jawaban pasti yang diberikan para pejabat terkait mengenai di mana keberadaannya. Mantan sekretaris eksekutif CIS Ivan Korotchenya kepada KP mengatakan yakin dokumen historis tersebut diambil oleh para pejabat senior, karena “arti pentingnya yang sangat fundamental” ketika itu. Tidak ada orang yang mau megemban tanggungjawab atas penandatanganan perjanjian itu, imbuhnya.
Sementara itu mantan pemimpin Belarusia Stanislav Shushkevich memiliki penjelasan yang lebih pragmatis mengapa dokumen itu hilang dari arsip. Menurut Shushkevich dokumen tersebut memiliki nilai historis yang bisa mendatangkan keuntungan. Pejabat komunis manapun bisa meliihat adanya nilai tinggi yang dimiliki oleh dokumen penting tersebut di masa depan, kata Shushkevich kepada KP. Dia mengarahkan telunjuknya ke arah menteri luar negeri Belarusia ketika itu Pyotr Kravchenko.
Kravchenko yang ketika itu bertanggungjawab untuk menyimpan dokumen saat penandatanganannya yang dilakukan di hutan taman nasional Belovezhskaya Pushcha, menolak untuk berkomentar atas masalah ini. Dulu dia pernah menyombongkan diri dengan mengatakan memiliki semua draft dari Belavezha Accords, yang sekarang ditulisnya menjadi buku.
Menurut seorang jurubicara CIS kepada kantor berita RIA Novosti, hilangnya dokumen asli pembubaran Uni Soviet dan pembentukan CIS itu tidak masalah sebab salinan resminya juga memiliki kekuatan hukum. Oleh karena itu, tidak ada konsekuensi hukum dari hilangnya berkas dokumen Belavezha Accords, imbuhnya.*