Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bos CIA Tak Yakin Suriah akan Tetap Menjadi Satu Negara

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Agustus 2016 08:25 8:25 am
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Agustus 2016 08:25
Bagikan
Direktur CIA John Brennan.
Bagikan

Hidayatullah.com—Kepala dinas intelijen Amerika Serikat CIA, John Brennan, mengatakan dirinya tidak optimis tentang masa depan Suriah tetap menjadi satu negara.

“Saya tidak tahu, bisa tidak Suriah dipulihkan kembali seperti semula,” kata Brennan dalam pertemuan tahunan Aspen Security Forum di Colorado, AS, hari Jumat (29/7/2016) seperti dilansir Aljazeera.

“Sudah banyak sekali darah yang tertumpah, saya tidak tahu apakah kita akan bisa kembali ke [Suriah bersatu] semasa hidup saya,” imbuh Brennan.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry bulan Februari lalu mengutarakan kekhawatiran yang sama. Ketika itu dia mengatakan akan beranjak ke “Rencana B” yang bisa termasuk di dalamnya pembagian wilayah Suriah, jika gencatan senjata tidak dapat diwujudkan setelah perundingan damai bulan Maret.

“Mungkin sudah terlalu terlambat untuk tetap mempertahankan keutuhan Suriah jika kita menunggu lebih lama,” kata Kerry kepada komite hubungan internasional di Senat Amerika Serikat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Meskipun demikian, Kerry tidak secara langsung menyarankan pemecahan wilayah Suriah sebagai solusi untuk mengakhiri konflik.

Beberapa pekan setelah Kerry mengutarakan pendapatnya, utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Suriah Stevan de Misruta mengatakan kemungkinan pembentukan negara federal di Suriah belum disingkirkan dari meja perundingan.

Ketika itu, kekuatan-kekuatan besar di dunia yang ikut serta dalam perundingan yang disponsori PBB guna mengakhiri konflik Suriah membicarakan potensi federalisme. Dengan bentuk federal, masing-masing wilayah di Suriah bisa memiliki hak otonomi yang lebih luas, sementara mereka tetap tergabung dalam satu negara.

“Semua orang Suriah menolak pembagian (pemecahan) Suriah dan federalisme bisa didiskusikan dalam perundingan-perundingan,” kata De Misruta kepada Aljazeera bulan Maret silam.

Presiden Bashar Al-Assad berjanji pada bulan Juni lalu akan “membebaskan setiap inci” wilayah negaranya yang lepas ke tangan pasukan pemberontak (oposisi).

Menurut perkiraan PBB, setelah lima tahun perang berkecamuk di Suriah hampir 400.000 orang tewas, sekitar 11 juta orang meninggalkan rumah-rumah mereka, wilayah Suriah terbagi-bagi dan dikuasai masing-masing oleh pasukan pemerintah dan sekutunya, pasukan Kurdi, berbagai kelompok oposisi, dan ISIS alias Daesh.

Kelompok oposisi Suriah sudah menyatakan menolak bentuk negara federal.

“Penyebutan apapun tentang federalisme atau sesuatu yang mungkin diarahkan untuk memecah Suriah tidak akan diterima sama sekali,” kata Riad Hijab, koordinator untuk tim negosiasi oposisi High Negotiation Committee (HNC), ketika usulan negara federal itu dikemukakan bulan Maret lalu.

Sebaliknya, kelompok Kurdi Suriah PYD, yang memiliki pengaruh luas di daerah-daerah tempat tinggal orang-orang Kurdi, dan sejumlah kelompok aliansinya, bulan Maret mengumumkan rencana pembentukan federasi otonom di bagian timur laut Suriah.

Wilayah otonomi itu, yang dikenal dengan sebutan Rojava, mencakup Jazira, Kobani dan Afrin. Ketiganya adalah daerah yang berada dalam kontrol pasukan Kurdi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menhan Iraq: Pemimpin ISIS dan Keluarganya Meninggalkan Mosul
Tulisan selanjutnya Suka Meremehkan Orang? Inilah Obatnya!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Di Tengah Tekanan Amerika Serikat, Chad Jadi Negara Kelima yang Keluar dari ICC

Berita
2 Agustus 2026 17:16
Gelombang Kekerasan Pemukim Ilegal ‘Israel’ Kini Menyasar Gereja Armenia di Tepi Barat yang Diduduki
SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!
Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Waketum MUI Marsudi Syuhud Siap Maju sebagai Calon Ketum PBNU

Terbaru

  • Mayoritas Orang Amerika Menentang Perang AS-Iran, Menurut Jajak Pendapat Reuters/Ipsos
  • Kebohongan Profesor Cambridge Jason Arday yang Diungkap Media
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas Akibat Bom di Lebanon Selatan
  • Malaysia Tegaskan Tak Akan Pulangkan Pengungsi Rohingya Jika Nyawa Mereka Terancam
  • Penjara Seumur Hidup Bagi Pemuda Afghanistan yang Menabrakkan Mobil ke Kerumunan di Munich Jerman
  • Dapat Kartu Pink Pengungsi Myanmar Mulai Diperbolehkan Bekerja di Thailand
  • Presiden Iran Kesulitan Berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei
  • Hapus Bukti Genosida, 100 Truk ‘Israel’ Angkut Puing-Puing Keluar Gaza Setiap Harinya
  • Ajak Masyarakat Shalat Berjamaah, Pemerintah Johor Kenalkan Semarak Maghrib dan Isya’
  • Dituduh Plagiat Profesor Kulit Hitam Termuda Cambridge Mengundurkan Diri

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?