Hidayatullah.com–Mantan Presiden dari Iran Mahmoud Ahmadinejad (61) ditahan karena “menghasut kekerasan” selama protes anti-pemerintah dan anti mullah karena menuntut tingginya kenaikan harga pangan.
Koran Al-Quds Al-Moes berbasis di London telah melaporkan Ahmadinejad ditahan setelah membuat komentar selama demonstrasi pada 28 Desember di Kota Bushehr di Iran Barat.
Ahmadinejad, dikabarkan ditahan atas persetujuan pemimpin tertinggi Syiah Ayatollah Ali Khamenei.
Dikutip dari Times of Israel hari Ahad, (7/1/2018), Ahmadinejad diduga menambahkan pernyataan bahwa Iran menderita akibat “salah urus” dan pemerintahan Presiden Hassan Rouhani “percaya bahwa mereka memiliki tanah itu dan bahwa masyarakatnya adalah masyarakat yang tidak tahu apa-apa.”
Selain karena penyataan Ahmadinejad di Bushehr, pihak rezim menuduh ia telah mendorong demonstrasi lebih besar di negara tersebut.
Baca: Sudah 21 Tewas dalam Aksi Demontrasi Berdarah di Iran Selama 5 Hari
Demonstrasi meletus pada 28 Desember memprotes kenaikan biaya makanan dan akhirnya berubah menjadi protes terhadap putusan mullah dan kurangnya dukungan pemerintah Iran.
Ketidakpuasan mulai menyebar ke seluruh negara dan menyebabkan kematian sedikitnya 22 orang dan penangkapan ribuan orang lain, menurut pemerintah. Namun pihak oposisi politik Iran mengatakan korban tewas hampir 50.
Protes di Iran adalah yang terbesar sejak 2009. Pekan lalu, jaksa agung Iran ikut menyalahkan Amerika Serikat, Israel, dan Arab Saudi atas apa yang mereka sebut ‘hasutan dari luar’ terhadap gerakan antipemerintah.
Khamenei digunakan IRGC dan pasukan keamanan untuk mematahkan aksi protes dan demonstrasi.
Baca: Iran Diguncang Demontrasi Anti Pemerintah dan Anti Mullah
Mahmoud Ahmadinejad, seorang insinyur yang berpaling menjadi politisi, dilaporkan memiliki kekayaan bersih senilai USD5 juta. Ahmadinejad menjadi terkenal dan akhirnya menjadi pemimpin politik Iran di bawah Pemimpin Tertinggi Iran saat ini, Ali Khamenei. Dia adalah Presiden keenam Iran dari tahun 2005 sampai 2013.
Namun Alireza Mataji, seorang jurnalis garis keras, mengatakan bahwa dia telah menghubungi putra Ahmadinejad yang membantah ayahnya ditahan.
“Saya telah berbicara dengan putra mantan presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad. Ia menyangkal bahwa ayahnya ditangkap,” tulis Mataji di akun Twitternya seperti dikutip dari Al Araby, Senin (8/1/2018).*