Hidayatullah.com—Sebuah koalisi penentang penjajahan Zionis Yahudi Israel atas Palestina yang berbasis di Amerika Serikat melancarkan kampanye “Expose AIPAC” selama pertemuan tahunan kelompok lobi Yahudi itu di ibukota AS, Washington DC.
Direktur Advokasi Nasional untuk “US Campaign to End the Israeli Occupations” Josh Ruebner mengatakan bahwa koalisinya, termasuk di dalamnya Interfaith Peace-Builders dan Code Pink, akan mengadakan pertemuan, demonstrasi dan lobi bersamaan dengan waktu konferensi tahunan AIPAC tanggal 2-5 Maret ini.
Ruebner menjelaskan, koalisi anti-AIPAC terdiri dari sekitar 400 kelompok di seluruh Amerika Serikat dan beberapa ratus aktivis lain yang akan mengikuti kampanye anti lobi Yahudi itu tahun ini.
“Pada tahun-tahun sebelumnya, kami diikuti beberapa ratus orang dan itu yang kami harapkan pula pada akhir pekan ini,” kata Ruebner. Pada hari Ahad lusa akan ada kegiatan “kejutan” yang diumumkan menyusul, lansir Al-Arabiya (28/22013).
Konferensi AIPAC tahun ini akan diikuti oleh ribuan pendukung Zionis Yahudi Israel dari seluruh Amerika Utara, mulai dari Wakil Presiden AS Joe Biden, Senator Republik John McCain hingga Menteri Luar Negeri Kanada John Baird.
Menurut laman berita Israel Haaretz, untuk pertama kalinya dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir, pertemuan AIPAC kali ini tidak akan dihadiri oleh presiden Amerika Serikat dan perdana menteri Israel.
Dalam dua tahun berturut-turut ini pula, masalah Palestina baik itu positif maupun negatif, tidak akan disebut-sebut atau masuk dalam agenda pembahasan.
Konferensi AIPAC tahun 2013 ini akan lebih memfokuskan pembahasan pada legislasi di Kongres Amerika Serikat, yang akan menjadikan Israel sebagai “sekutu strategis utama” dari negara Amerika Serikat. Jika legislasi itu diterima dan diloloskan, maka Zionis Israel memiliki kedudukan dan perlakuan khusus yang tidak akan pernah diterima dan dirasakan negara lain dari Amerika Serikat.
Dilaporkan pula bahwa legislasi itu nantinya akan memudahkan Zionis Israel memperoleh persetujuan Amerika untuk melancarkan serangan terhadap Iran.*