Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Larangan Menyetir untuk Lindungi Masa Depan Gadis Saudi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Desember 2011 12:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pembatalan larangan menyetir (mengemudi) bagi kaum perempuan Arab Saudi hanya akan menghasilkan para gadis-gadis Saudi menjadi “tak perawan”, demikian kesimpulan dewan ulama Saudi memperingatkan.
Kesimpulan mengejutkan tersebut datang dari dewan ulama, Majlis al-Ifta al-A’ala, dewan keagamaan tertinggi di Arab Saudi, bekerja sama dengan Kamal Subhi, mantan profesor di Universitas King Fahd.

Majelis ulama Saudi menyatakan larangan mengemudi bagi wanita di Negeri Petro Dolar itu sudah benar. Alasannya, jika kebijakan itu dicabut, maka Negeri Arab akan terancam kehilangan gadis-gadis perawan dalam tempo 10 tahun mendatang.
Kamal tidak asal bicara. Kekhawatiran itu didasarkan atas penelitian cendekiawan muslim di Al-Ifta Al A’ala, sebuah Majelis Ulama tertinggi di Arab Saudi. Hasil penelitian tersebut telah disebar ke seluruh pelosok Arab.

“Bahkan jika kebijakan dilonggarkan sekalipun, warga Arab Saudi bisa dekat pornografi,” kata Kamal Subhi, mantan Profesor King Fahd University, dikutip Daily Mail, Kamis, (01/12/2011). Yang lebih mengkhawatirkan, kata Kamal, pria dan wanita Arab Saudi akan lebih banyak menjalin hubungan sejenis, yaitu menjadi gay atau lesbian.

Laporan ini menilai kemungkinan dampak pembatalkan larangan mengemudi untuk wanita di Arab Saudi, satu-satunya negara di dunia di mana perempuan tidak diperbolehkan di belakang kemudi.

Laporan ini disampaikan 150 anggota Dewan Syura, badan legislatif negara.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Laporan juga memperingatkan, mengizinkan wanita mengemudi justru akan ‘memicu lonjakan prostitusi, homoseksualitas pornografi, serta perceraian’.

Dalam sepuluh tahun larangan dicabut, ujar ulama, tidak akan ada lagi ‘perawan’ dalam pemerintahan Islam.

Itu menunjukkan ‘kemerosotan moral’ sudah bisa dilihat di negara-negara Muslim lain di mana wanita diperbolehkan mengemudi.

Dalam laporan tersebut Profesor Subhi menceritakan bagaimana dia pernah duduk di sebuah warung kopi di sebuah negara Arab yang tidak ia disebutkan namanya.

“Semua perempuan menatapku, “tulisnya. “Salah satu membuat gerakan isyarat yang membuatnya jelas dia bisa dijumpai.. ini yang akan terjadi kalau wanita boleh mengemudi sendiri.”

Laporan mengejutkan datang setelah Shaima Jastaniya, seorang wanita saudi (34 tahun), dijatuhi hukuman 10 kali cambukan setelah tertangkap mengemudi di Jeddah.

AS ikut campur

Sebelum ini, bulan Maret 2010 lalu, ketika Menteri Luar Negeri Saudi, Saud Al Faishal menyatakan dalam wawancaranya dengan seorang jurnalis wanita New York Times yang menunjukkan sikapnya terhadap pencabutan larangan ini, secara spontan Amerika langsung ikut menanggapi.

Menteri Luar Negeri Amerika, Hillary Clinton langsung menyinggung masalah larangan menyetirnya wanita Saudi kepada Menlu Saudi, Amir Saud Al Faishal, sebagaimana dilansir alarabiya.net, (22/06/2011). ”Clinton telah menyinggung masalah menyetirnya wanita,” ujar Jubir Kementerian Luar Negeri AS Victoria Noland menyatakan.

Selanjutnya, jubir itu menilai bahwa Clinton berusaha untuk memberikan ide bagaimana memajukan hak-hak wanita di Saudi dengan cara yang paling baik.
Yang dimaksud adalah persetujuan Amerika atas pendapat Menteri Luar Negeri Saudi, Saud Al Faishal yang sempat mengatakan, ”Kepesatan untuk maju dan terbuka tidak bisa diralat. Dan upaya untuk membangun masyarakat liberal telah dimulai.” *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamMuslimold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berantas Asusila Polwan India Malah Diskors
Tulisan selanjutnya Ahlul Bait Indonesia Kecam Terbunuhnya 2 WNI di Yaman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?